unescoworldheritagesites.com

Renstra Ditjen Hubdat 2025-2029 Diharapkan Dapat Jawab Isu Strategis Kini dan ke Depan - News

Renstra Ditjen Hubdat 2025-2029 diharapkan bersinergi dengan RPJMN.

: Untuk mewujudkan sasaran strategis Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat (Hubdat) menggelar Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Ditjen Hubdat tahun 2025 - 2029 pada 5 Juni 2024 di Jakarta.

Kegiatan ini dalam rangka bersinergi dengan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi waktu yang tepat bagi kita semua untuk saling bekerja sama dan berkoordinasi, tentunya dalam melaksanakan Penyusunan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Tahun 2025-2029 sehingga kita memperoleh sebuah dokumen perencanaan transportasi darat lima tahun kedepan yang dapat diandalkan dan mendukung Visi Indonesia Emas," ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Hubdat dalam sambutannya secara virtual, Rabu (5/6/2024).

Baca Juga: Pembangunan Bandara Wasior Masuk Renstra Kemenhub 2019-2024

Dia berharap Renstra Ditjen Hubdat 2025-2029 dapat menjawab isu strategis yang ada saat ini di antaranya Kinerja Logistik Nasional; kemacetan pada kota-kota besar dan metropolitan; dan konsumsi energi dan emisi sektor transportasi yang masih tinggi.

"Selain itu, yang menjadi isu strategis lainnya ialah ketimpangan wilayah 3TP (Tertinggal, Terluar, Terdepan dan Perbatasan) serta peningkatan keselamatan transportasi sehingga dapat mendukung Visi Indonesia Emas 2045 yaitu Negara Nusantara Berdaulat, Maju dan Berkelanjutan," jelasnya.

Renstra Ditjen Hubdat mengacu pada rancangan teknokratik Renstra Kementerian Perhubungan 2025-2029 yang mencakup isu strategis dan arah kebijakan, serta indikasi kegiatan dan kebutuhan pembiayaan periode 2025- 2029 pada setiap bidang mencakup bidang lalu lintas dan angkutan jalan, sarana dan prasarana, serta transportasi sungai, danau dan penyeberangan dan bidang dukungan manajemen.

Baca Juga: Kemenhub Prioritaskan Penuntasan Target RPJMN 2020-2024

Dalam kegiatan Kick Off Meeting dimaksud membahas arah kebijakan Renstra RPJMN 2025-2029, Kemenhub, Ditjen Hubdat, transportasi darat  dan multimoda terhadap kinerja logistik serta tantangan dan hambatan sinkronisasi kebijakan transportasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Pihaknya menegaskan perencanaan yang disusun harus dapat mengkomodir semua lingkup hingga menunggu arahan dari Presiden RI di periode selanjutnya.

Selain itu perlu adanya sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya berkaitan dengan keselarasan indikator. Skema pendanaan Public Service Obligation (PSO) untuk angkutan umum dan penyeberangan juga menjadi poin yang disorot.

Baca Juga: Pemprov Maluku Siap Selenggarakan Kongres Wilayah Timur Terkait RPJMN 2020-2024

Untuk memberikan berbagai pandangan terkait penyusunan Renstra, pada kegiatan ini dihadirkan sejumlah narasumber di antaranya Dewi Julita Sianturi perwakilan Biro Perencanaan Kemenhub, M Ali Irmada perwakilan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Dr Nofrisel SE MM CSLP ESLog, Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia dan Dail Umamil Asri Koordinator Transportasi Sektor Darat dan Perkeretaapian BAPPENAS.

Acara ini diikuti oleh Kepala Unit Pelayanan Teknis di lingkungan Ditjen Hubdat atau yang mewakili dan Direktur Transportasi, perwakilan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS.***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat