unescoworldheritagesites.com

Event SGS Mampu Menjadi Pintu Investasi di Solo Raya - News

Ketua Kadin Solo bersama Sekda Solo dan Kepala BI Solo memaparkan hasil SGS 2024 (Endang Kusumastuti)

: Event Solo Great Sale (SGS) ke-10 yang diselenggarakan mulai tanggal 5 -31 Mei lalu mampu memberikan dampak signifikan menjadi pintu mendatangkan investasi, ekonomi kreatif, dan pariwisata di Kota Solo.

SGS adalah event tahunan yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Solo bersama Pemkot Solo.

"Pada pintu investasi, Kadin mendatangkan 97 direksi se Jawa Tengah dari berbagai instansi untuk mendorong pelaksanaan kemitraan antara perusahaan PMA/PMDN dengan UMKM di daerah," jelas Ketua Kadin Kota Solo, Ferry Septha Indrianto di Royal Pringsewu, De Tjolomadoe, Solo  Jawa Tengah, Sabtu (8/6/2024).

Baca Juga: Voting ILC, Pemerintah Indonesia Setuju Pencabutan Empat Konvensi ILO 

Dalam event yang digelar bersamaan dengan HUT Dekranas dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK yang dipusatkan di Solo itu, mampu menghasilkan 66 kerjasama antara business to business oleh pemilik tempat wisata, hotel, dan pusat perbelanjaan dengan ekonomi kreatif.

"SGS 2024  memiliki jumlah pelaku usaha mencapai 23.196, dan 201.375 user pada aplikasi," jelasnya lagi.

Untuk sektor pariwisata, terdapat 170.399 penumpang kereta api yang memanfaatkan diskon 10%. Selama SGS juga digelar 44 event yang mendorong MICE (Meeting, Incentive, Conferences, dan Exhibition).

Baca Juga: Hadirkan Gerai di Monas, Baznas Beri Kemudahan bagi Masyarakat Pekurban

Selain itu juga tercatat sebanyak 360.000 transaksi untuk kategori pasar tradisional, shelter kuliner dan pasar ikan. 

"Kadin juga telah mengambil langkah strategis dalam mendukung inisiatif aglomerasi Solo Raya," katanya.

Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi melalui kerjasama kolaborasi sinergitas kegiatan ekonomi di wilayah Solo Raya,

Baca Juga: Mau Wisata Dengan Helikopter Keliling Solo Raya, Cukup Membayar Rp2,5 Juta

Event SGS juga mampu menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak. Selama gelaran SGS, menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono, omzet dari hotel mencapai Rp14 miliar.

"Naik dua kali lipat dari hari biasa. Untuk pajak besarnya 10 persen dari omzet. Itu baru dari hotel, belum dari restoran dan penginapan," kata Budi.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat