unescoworldheritagesites.com

SIG Terus Berinovasi Ciptakan Produk Bahan Bangunan Rendah Karbon - News

Suasana talkshow yang dihadiri SIG sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan rendah karbon

: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berinovasi menciptakan solusi produk bahan bangunan rendah karbon dan solusi berkelanjutan.

Menurut Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan, pihaknya senantiasa meningkatkan kapabilitasnya dengan terus berinovasi untuk mendukung pembangunan rendah karbon.

"Kami mendukung Pemerintah mencapai target Net Zero Emission pada 2050," ujarnya dalam talk show Green Economy Expo 2024 di Jakarta Convention Center pada Kamis (4/7/2024).

Baca Juga: Kementerian BUMN Apresiasi SIG Pembina UKM Peningkat TKDN

Salah satu penerapan prinsip ekonomi sirkular yang dilakukan SIG dalam kegiatan produksi, adalah melalui penggunaan bahan bakar alternatif dari limbah industri, biomassa, dan sampah perkotaan.

SIG memulihkan keberadaan energi atau mineral pada limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan, menjadi alternatif pengganti.

Selain pemanfaatan bahan bakar alternatif, proses produksi di pabrik-pabrik SIG ditunjang dengan implementasi plant digitalization melalui pemanfaatan machine learning, big data dan artificial intelligence.

Baca Juga: Ketua DPD RI Apresiasi PT SIG Tingkatkan Porsi TKDN Berbasis UKM Binaan

SIG juga melakukan riset dan pengembangan untuk menghasilkan produk dengan emisi lebih rendah tetapi memiliki kualitas yang setara di kelas peruntukannya.

Untuk mendorong percepatan capaian penurunan emisi karbon, SIG juga mengembangkan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya pada unit-unit operasionalnya.

”Pada 2023, penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif di seluruh pabrik SIG mengalami peningkatan mencapai 1,65 juta ton," ujarnya.

Baca Juga: UKM Binaan SIG Berhasil Produksi 10 Jenis Sparepart Berstandar Industri

SIG juga berhasil mengurangi emisi GRK cakupan 1 (dari operasional) sebesar 4,9 juta ton GRK dibandingkan baseline tahun 2010.

Sedangkan pada cakupan 2 (emisi tidak langsung dari energi listrik) berhasil diturunkan sebanyak 0,15 juta ton GRK.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat