unescoworldheritagesites.com

Dikepung Barang Impor, HIMKI Dukung Kebijakan Menperin yang Melindungi Industri Produk Dalam Negeri - News

Ketua DPD HIMKI Priangan Maman Mustarom

 
: Ketua DPD HIMKI Priangan Maman Mustarom di Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (9/7/2024) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Menteri Perindustrian yang tetap akan melindungi industri produk dalam negeri
 
Langkah ini memang merupakan upaya jangka pendek dalam melindungi produk-produk dalam negeri dari gempuran produk asing dengan harga murah. 
 
Sampai saat ini, produk dalam negeri masih menghadapi gempuran-gempuran dari barang-barang dari negara tertentu yang harganya jauh lebih murah.
 
 
"Kami prihatin dengan kian membanjirnya produk impor di pasar domestik, sehingga, industri TPT makin terpuruk. Sebagai pelaku industri, kami tetap berharap adanya bantuan pemerintah untuk membantu industri dalam negeri. Tanpa bantuan pemerintah, kami merasa berjalan sendirian," tuturnya. 
 
Bantuan pemerintah, ujarnya, sangat penting di tengah  masih terus melakukan pengembangan dan penguatan industri mebel dan kerajinan.
 
Yang meliputi terjaminnya keberlangsungan supply bahan baku dan penunjang, desain dan inovasi produk, peningkatan kemampuan produksi, pengembangan sumberdaya manusia, promosi dan pemasaran, serta pengembangan kelembagaan, agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi industri mebel dan kerajinan nasional.
 
 
Menurut Maman langkah Menperin yang memprioritaskan produk industri dalam negeri harus didukung bersama, ketimbang produk impor dari negara lain. 
 
Selama beberapa tahun terakhir, diakuinya, dia juga merasa kerepotan dengan makin membanjirnya produk impor mebel dan kerajinan dari negara lain, yang dengan mudahnya diperjualbelikan secara on line tanpa adanya pengawasan pemerintah.
 
Dalam tiga tahun terakhir, impor produk mebel dan kerajinan mencapai USD 1 miliar atau setara dengan Rp16 triliun. Nilai sebesar ini seharusnya menjadi peluang yang sangat potensial bagi industri dalam negeri. 
 
 
"Kalau kue sebesar itu diserap industri dalam negeri, maka akan membuat industri dalam negeri maju dan berkembang, kata dia. 
 
Sebagai DPD (Dewan Pimpinan Daerah) HIMKI Priangan yang baru yang meliputi enam wilayah kabupaten dan kota (Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, serta Kota Banjar), Manan terus berbenah dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.
 
Untuk mendukung pertumbuhan industri mebel dan kerajinan Wilayah Priangan yang berbasis pada beragam bahan baku, seperti bambu, kayu, mendong, daun pandan, kulit dan serat alam lainnya. 
 
 
Bersama DPP HIMKI, Maman merencanakan wilayah ini menjadi salah satu daerah, yang berkontribusi besar terhadap pembangunan nasional. Dalam hal ini sektor mebel dan kerajinan, karena didukung ketersediaan bahan baku yang melimpah yang tersebar di seluruh wilayah Priangan.
 
Potensi besar ini, ungkapnya, yang membuat HIMKI melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional. 
 
Agar industri mebel dan kerajinan di wilayah ini bisa tumbuh, berkembang dan dapat mendukung pertumbuhan industri mebel dan kerajinan nasional seperti yang direncanakan.
 
 
Maman, yang juga pemilik CV Kencana Furniture dan Craft menyebutkan, para pelaku usaha mebel kayu dan bambu menargetkan peningkatan ekspor mebel dan kerajinan di wilayah Priangan, serta ikut serta dalam kontestasi pasar dunia melalui pameran-pameran internasional.
 
Saat ini, dia juga tengah membangun ekosistem kerajinan di wilayah Priangan, mulai dari pengelolaan supply chain, implan tekhnologi, pengembangan produk, manajemen produksi hingga pemasaran menjadi fokus dalam berkolaborasi dalam organisasi ini. 
 
Dampak dari kolaborasi ini, jatasnya, dapat menumbuhkan ekonomi, membuka lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan, serta yang paling penting membuat kita makin cinta pada produk Indonesia.***
 
 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat