unescoworldheritagesites.com

Buah Dari Inovasi PLN, Ini Kelebihan Gardu Induk Digital - News

PLN UIT JBB (Ist)

: Menjadi Gardu Induk full digital pertama di Indonesia, Gardu Induk Digital (GID) 150 kilo Volt (kV) Sepatan Baru di Provinsi Banten menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat tentang kebutuhan listrik berbasis digital.

GID Sepatan Baru merupakan buah dari konsistensi PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) sebagai perusahaan penyedia jasa kelistrikan yang terus tumbuh dan berkembang. GID sendiri merupakan inovasi PLN dalam menghadirkan inovasi baru kelistrikan tanah air berbasis digital yang efisien dan ramah lingkungan.

GID Sepatan Baru menerapkan teknologi full digital dengan penggunaan fiber optic, banyak kelebihan yang didapat diantaranya lebih aman, lebih minim potensi gangguan, monitoring operasional lebih mudah, identifikasi gangguan lebih cepat dan tepat.

Baca Juga: PLN Nusantara Power Sukses Antar PLN NPS Jadi Perusahaan Go Internasional

Selain itu, dengan adanya sistem pengoperasian yang bersifat remote akan meningkatkan keamanan dari instalasi tersebut, serta mengurangi potensi kecelakaan kerja seperti sengatan listrik (electrical shock) karena aspek kesehatan dan keamanan ketenagalistrikan bisa dikontrol dengan optimal.

General Manager PLN UIT JBB, Didik Fauzi Dakhlan mengatakan GID atau digital substation ini hadir sebagai upaya untuk meningkatkan teknologi dalam sistem ketenagalistrikan.

Ia jelaskan GID Sepatan Baru menerapkan teknologi digital untuk menunjang pengoperasian Gardu Induk tanpa operator melalui jaringan internet. Tentunya hal ini menjadi keunggulan, dimana monitoring operasional lebih mudah.

Baca Juga: Terence Crawford Masih Inginkan Rematch dengan Errol Spence Jr, Begini Dia Beberkan Skenarionya

GID yang dioperasikan sejak Tahun 2022 ini melayani konsumen dengan mengalirkan listrik yang bersumber dari PLTU Lontar dan kemudian disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sepatan-Sepatan Baru.

Dengan inovasi yang didukung analisis data real time, masalah downtime bisa diatasi lebih baik lagi, bisa juga untuk mendeteksi anomali, menganalisa performa peralatan sehingga perawatan dan pengelolaan peralatan lebih efisien.

Dijelaskan Didik lagi, bentuk gardu digital ini sebenarnya sama dengan gardu konvensional. Namun, dengan penggunaan bidang tanah atau bangunan gardu induk yang jauh lebih kecil. Sehingga untuk area yang dibutuhkan, GID hanya perlu tidak sampai setengah luas dari GI konvensional.

Baca Juga: Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan IMO dan MOWCA

Beberapa waktu lalu, PLN UIT JBB melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cikupa berhasil menyelesaikan pekerjaan pemeliharaan 2 tahunan trafo pada GID Sepatan Baru.

Pekerjaan pemeliharaan itu melibatkan serangkaian langkah-langkah yang sistematis dan terukur, dimulai dari manuver pembebasan tegangan, pengujian sistem hingga mengembalikan sistem ke kondisi normal operasional.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat