unescoworldheritagesites.com

Enam Belas Anggota Tim Penyidik KPK Dilaporkan Donny Tri Istiqomah Dugaan Pelanggaran Kode Etik ke Dewas - News

DPP PDIP.

:  Keberadaan buronan Harun Masiku  diduga di Jakarta saat ini dan ada kaitannya dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. Hal itu terbongkar saat  tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  AKBP Rossa Purbo Bekti memeriksa dan menggeledah rumah tim hukum DPP PDIP, Donny Tri Istiqomah, Rabu (3/7/2024).

Salah satu pengacara Donny, Army Mulyanto juga mengatakan, terdapat bujuk rayu dari tim penyidik kepada Donny saat terjadinya penggeledahan di rumah Donny di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan selama empat  jam.

"Cenderung intimidasi untuk  memastikan Pak Donny bisa bekerja sama. Sampai-sampai Pak Rossa menyampaikan bahwa dia sudah tahu keberadaan Harun Masiku, masih ada di Jakarta. Bahkan mengait-ngaitkan sama Pak Sekjen, Pak Hasto," kata Army  di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2024).

Baca Juga: Warga Diminta Infokan Keberadaan Harun Masiku, KPK Respon Baik Pengaduan Kubu Hasto Kristiyanto ke Bareskrim dan Komnas HAM

Tim penyidik antirasuah sampai belasan kali melobi Donny untuk bisa bekerja sama dengan tim penyidik. Army bahkan menyebutkan kalimat dari AKBP Rossa kepada Donny bernada  ancaman.

"Ini kata-kata Pak Rossa ke Pak Donny ya, 'Pak Doni nggak sayang sama anak-anak. Mereka masih kecil-kecil loh, nggak mempertimbangkan ekonomi ke depannya'. Kira-kira begitu kalimatnya," ungkap Army.

Pengacara Donny lainnya, Johannes Tobing mengungkapkan bahwa tim penyidik antirasuah menyita empat (4) alat komunikasi saat menggeledah kediaman Donny.

"Dari kediaman Pak Doni ada handphone empat; dua  itu milik istrinya. Lucunya malah handphonenya Pak Donny malah tidak disita," kata Johannes.

Baca Juga: Harun Masiku Buron, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto Dipanggil KPK untuk Diperiksa Pekan Depan

Dia membantah jika ada uang yang disita tim penyidik KPK saat menggeledah rumah Donny. "Nggak ada, nggak ada,"  ujar Johannes.

Penyidik KPK telah memeriksa sejumlah saksi, yakni mantan Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan, Simeon Petrus, Hugo Ganda dan Melita De Grave guna dapat membekuk Harun Masiku.

Tim penyidik juga telah memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Senin (10/6/2024), Kusnadi, Rabu (19/6/2024), setelah sebelumnya mangkir pada Kamis (13/6/2024) dengan alasan trauma. 

Terkait penyitaan HP tim hukum DPP PDIP, Donny Tri Istiqomah,  Johanes Tobing mengaku telah  membuat laporan dugaan pelanggaran kode etik tim penyidik KPK, AKBP Rossa Purbo Bekti ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Baca Juga: Dua Tugas Berat Nawawi Pomolango, Kembalikan Kepercayaan Publik dan Ringkus Harun Masiku

"Penyidik KPK yang dipimpin oleh saudara Rossa, itu berjumlah 16 orang, datang ke rumah saudara Donny Istiqomah. Mereka melakukan penggeledahan, penyitaan, bahkan pemeriksaan," kata Johannes.

“Oleh karena merasa diancam dan diintimidasi, tim hukum DPP PDIP, Donny Tri Istiqomah, melaporkan tim penyidik KPK, AKBP Rossa Purbo Bekti ke Dewas KPK.  Laporan itu sudah resmi itu,” katanya.

Johannes menjelaskan, kliennya merasa diintimidasi ketika tim penyidik menggeledah rumah Donny. "Kami mendapat informasi bahwa penggeledahan dan penyitaan itu tanpa tidak didasari surat perintah. Tidak ada izin dari Ketua Pengadilan untuk melakukan penggeledahan itu, sebagaimana diatur oleh UU," kata Johannes.

“Intimidasi, penekanan, pengancaman membuat anak-anak saudara Donny ini menjadi trauma. Anaknya yang usia enam tahun enggak bisa tidur. Dia nangis, dia bertanya kenapa ini, papah kenapa, ada apa kok, ada banyak orang datang ramai-ramai ke rumah,"  ungkap Johannes.

Baca Juga: Kasus Buron Harun Masiku Tidak Ada Kaitan dengan Masalah Ketua KPK Firli Bahuri

Donny juga merasa ada gratifikasi hukum berupa bujuk rayu dari penyidik untuk mengaku. "Dipaksa, ngomongnya sih begini, “Pak Donny mengaku ajalah, jujur ajalah, bicaralah apa adanya, terkait perkara Harun Masikui”,”. Donny menjawab, “apa yang harus saya jujurkan Pak?'.

Menurut Johanes, Donny juga menghadiri panggilan penyidik KPK sebagai saksi. Pada waktu hamper bersamaan, pihaknya  membuat laporan ke Dewas KPK terkait dugaan pelanggaran kode etik tim penyidik KPK atas penggeledahan tersebut.

Donny Tri Istiqomah terkait  dalam perkara suap terkait PAW anggota DPR RI Dapil Sumsel I Fraksi PDIP periode 2019-2024, yang sebelumnya menjerat mantan Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan, kader PDIP Agustiani Tio Fridelina dan Saeful Bahri, serta buronan Harun Masiku.

Bahkan Donny juga disebut terlibat dalam putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada 2020 lalu. Donny disebut sebagai pihak yang bekerjasama dengan Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, Saeful Bahri, dan Harun Masiku, dalam tindak pidana korupsi. Namun sejauh ini proses hukum di pengadilan terkait dugaan keterlibatannya belum pernah dilakukan.***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat