unescoworldheritagesites.com

Empat Belas Tahun Silam Meninggal, Kok Ny Karsini Masih Saja Digugat di PN Kota Bekasi - News

Ramses Kartago SH dengan tim pembela tergugat I, II, III, XX dan XXI di PN Kota Bekasi.

: Dua orang yang sudah meninggal dijadikan sebagai tergugat terkait sengketa tanah oleh penggugat Yosep Ibrahim Husein SH melalui penasihat hukum C Suhadi SH MH dkk dari Kantor Hukum SE S & Patners.

Tergugat yang sudah almarhumah bernama Teng Ing Nio. Tergugat I tersebut telah meninggal dunia pada tanggal 8 Februari 2022 sebagaimana dibuktikan dengan Kutipan Akta Kematian No. 3171-KM-15022022-0045, tanggal 15 Februari 2022. Sedangkan Ny Karsini, tergugat XX telah meninggal dunia pada tanggal 8 Februari 2010.

Penggugat Yosep Ibrahim Husein sendiri tercatat sebagai bekas DPO (Daftar Pencarian Orang) Polda Metro Jaya. Hal itu sesuai dengan Daftar Pencarian Orang No. Pol : DPO/220/X/2003/Dit Reskrimum, terkait dugaan melakukan tindak pidana melanggar Pasal 385 KUHP dan Pasal 263 KUHP.

Baca Juga: PN Tangerang Diminta Segera Putus Perkara Sengketa Tanah Milik Ratusan Ahli Waris yang Diserobot Pengembang BSD

Menurut advokat Ramses Kartago SH, Kamis (11/7/2024), terkait perkara sengketa kepemilikan tanah seluas ± 23.000 M² di Pengadilan Negeri Bekasi terdaftar dengan No. 17/Pdt.G/2024/PN. Bks tersebut terdapat sebanyak 22 tergugat dan turut tergugat, salah satunya Camat Medan Satria.

Yosep Ibrahim Husein mendalilkan memiliki tanah seluas ± 23.000 M² terletak di Kelurahan Kali Baru (dahulu Kecamatan Bekasi Barat yang telah berubah menjadi Kecamatan Medan Saria, Kota Bekasi[1] Jawa Barat). Dia membeli dari almarhum Tan Eli beralas hak Girik 196 seluas ± 23.000 M² berdasarkan Akta Jual Beli atau AJB No. 932/BB/VIII/1997, tanggal 25 Agustus 1997 seluas 2000 M2.

Berikutnya AJB No.806/BB/VIII/1997, tanggal 8 Agustus 1997 seluas 3.550 M2, AJB No. 939/BB/VIII/1997, tanggal 25 Agustus 1997 seluas 12.500 M2 dan AJB No. 787/BB/VIII/1997, tanggal 6 Agustus 1997 seluas 4.950 M2.  Salah satu AJB tersebut atas nama Sudi Silalahi yang diduga mantan Mensekneg era Presiden Susilo Bambang Yudohono.

Baca Juga: Sengketa Tanah di PT BMI, BMI Ajukan Peninjauan Kembali ke MA Penundaan Eksekusi

Para tergugat I, II dan III mendalilkan tanah 23.940 M² adalah miliknya berdasarkan Girik C.2254, Persil 4 a, Klas Desa 6, Desa Kalibaru (dahulu Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi). Girik tersebut kemudian diverifikasi menjadi Girik No. C.1275 setelah terjadi pemekaran menjadi Kecamatan Medan Satria, dan lokasi Girik C.2254 menjadi masuk Desa Kalibaru dengan titik dan objek sama/tidak ada perubahan objek lokasi.

Dalam Warkah Desa Kelurahan Kali Baru nomor Girik tersebut tertera jelas secara berurutan dengan nomor Kohir : 1273 atas nama Tarmudji bin Sonoredjo. Kohir : 1274 atas nama Toyib bin Salim, Kohir : 1275 atas nama Tan Giok Hay (Tony Goya), dan Nomor Kohir : 1276 atas nama Tambunan.

Ramses Kartago SH, selaku tim kuasa hukum tergugat I, II,III,XXI, menyebutkan, gugatan tersebut keliru dan cacat formil. "Subjek hukum itu ada dua yakni orang dalam arti yang masih hidup dan badan hukum. Orang yang telah meninggal  bukan subjek hukum dan tidak bisa digugat. Gugatan harus diajukan kepada seluruh ahli warisnya," ujarnya.

Baca Juga: Legislator Bali Gus Adhi Turun ke BPN Badung, Selamatkan Hak Pilih Warga di Pemilu 2024: Sengketa Tanah Balai Pertemuan Kesambi Baru Jadi Terang

Tirta SH MH, juga kuasa hukum tergugat I, II,III,XXI, menambahkan bahwa penggugat Yosep Ibrahim Husein SH yang bekas DPO Polda Metro Jaya dalam dugaan telah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 385 KUHP dan Pasal 263 KUHP terkait atas tanah objek sengketa. Dalam perkara terdahulu No. 401/Pdt.G/2011/PN.Bks Yosep Ibrahim Husein adalah selaku tergugat.

Dalam perkara tersebut hingga putusan Mahkamah Agung RI No. 2867 K/Pdt/2012 Yosep Ibrahim Husein SH tidak pernah muncul. "Gugatan dari klien kami dikabulkan. Kemudian dalam status DPO Yosep Ibrahim Husein mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dengan Nomor. 40/PK/Pdt/2019," kata Tirta.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat