unescoworldheritagesites.com

KTT G20 Hasilkan Bali Leaders Declaration, Jokowi: Penyikapan Kutuk Perang Ukraina Paling Alot - News

KTT G20 Hasilkan Bali Leaders’ Declaration, Jokowi Akui Penyikapan Perang Ukraina Paling Alot. (Tangkapan layar YouTube )

: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, kepemimpinan Indonesia telah berhasil menghasilkan Deklarasi Pemimpin G20 Bali, atau Bali Leaders’ Declaration yang awalnya diragukan oleh banyak pihak.

Demikian Pernyataan Pers Presiden RI terkait Pelaksanaan KTT G20 di Bali, di Media Center G20 Bali, BICC, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Rabu (16/11/2022) yang mendapat perhatian luas media dari dalam dan luar negeri.

"Deklarasi terdiri atas 52 paragraf, dan paragraf yang sangat diperdebatkan adalah penyikapan terhadap perang di Ukraina," ungkap Presiden Jokowi dalam tayangan video di YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Bola Tangan Tuhan Maradona Dilelang

Bali Leaders’ Declaration sendiri merupakan deklarasi yang pertama yang dapat diwujudkan sejak bulan Februari 2022. Terakhir, komunike itu memang terjadi pada tahun 2022, bulan Februari.

Menurut Presiden, diskusi mengenai hal ini (penyikapan perang di Ukraina) berlangsung sangat-sangat alot sekali sampai akhirnya para pemimpin G20 menyepakati isi deklarasi.

"Yaitu, condemnation (pengutukan atau penghukuman) perang di Ukraina karena telah melanggar batas wilayah, melanggar integritas wilayah," kata Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L Marsudi dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

Baca Juga: Pesawat C-212 Cassa TNI AU Siaga Rekayasa Cuaca Agar Tidak Turun Hujan di Lokasi KTT G20 Bali.

Presiden menjelaskan, perang di Ukraina telah mengakibatkan penderitaan masyarakat dan memperberat ekonomi global yang masih rapuh akibat pandemi, yang menimbulkan risiko terhadap krisis pangan, krisis energi, dan potensi krisis finansial.

Oleh karena itu, ungkap Jokowi, G20 membahas dampak perang terhadap kondisi perekonomian global dengan beberapa hasil yang konkret.

Yakni, terbentuknya Pandemic Fund yang sampai hari ini terkumpul 1,5 miliar dolar AS.

Baca Juga: 29 Ton Garam Ditabur di Langit Bali untuk Halau Cuaca Ekstrem pada KTT G20

Kemudian, pembentukan dan operasionalisasi Resilience and Sustainability Trust (RST) di bawah IMF sejumlah 81,6 miliar dolar AS untuk membantu negara-negara yang menghadapi krisis.

Kemudian juga, Energy Transition Mechanism, khususnya untuk Indonesia, yang memperoleh komitmen dari Just Energy Transition Partnership (JETP) sebesar 20 miliar dolar AS.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat