unescoworldheritagesites.com

Menko PMK Rapat Kordinasi, Evaluasi Pelaksanaan Haji 1445 H di Arab Saudi - News

Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri)

 
: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melaksanakan rapat koordinasi, dalam rangka monitoring dan evaluasi pasca puncak pelaksanaan Ibadah Haji 1445 H/2024 M di kantor Urusan Haji Indonesia KJRI, Jeddah, Arab Saudi,  Kamis (4/7/2024)
 
Rapat koordinasi, dalam rangka monitoring dan evaluasi pasca puncak pelaksanaan Ibadah Haji 1445 H/2024 itu bersama Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, Duta Besar RI Riyadh, Konsulat Jenderal RI Jeddah, serta pemangku kepentingan lainnya. 
 
Menko PMK,  pada rapat koordinasi monitoring dan evaluasi pasca puncak pelaksanaan Ibadah Haji 1445 H/2024 itu, mengapresiasi Kementerian Agama yang telah berhasil menciptakan inovasi pelayanan haji. Sehingga, mampu menekan jumlah jemaah yang sakit dan wafat di Arab Saudi. 
 
 
Tiga inovasi pelayanan ibadah haji tahun 2024, di antaranya mewajibkan istithaah kesehatan terhadap jemaah haji sebagai upaya preventif menurunkan angka kematian, pemberlakuan skema murur saat mabit di Muzdalifah, serta menambah layanan fast track pada dua embarkasi (Solo dan Surabaya).
 
Pada kesempatan itu, Menko PMK menyampaikan, Presiden memberikan arahan agar penyelenggaraan ibadah haji dapat memperluas kesempatan Indonesia, untuk memasarkan produk-produk Tanah Air di sana. 
 
Untuk itu, selaina fokus pada pelayanan ibadah haji, Kementerian Agama dan kementerian/lembaga lainnya, untuk bisa bersinergi dalam mendorong peningkatan pasar produk Indonesia di Arab Saudi.
 
 
Selain itu, Menko PMK juga menegaskan agar pengiriman daging dam jemaah haji Indonesia ke Tanah Air untuk dapat dilakukan pada tahun ini. 
 
“Pengiriman daging dam ke Indonesia merupakan bentuk feedback penyelenggaraan haji pada masyarakat Indonesia. Khususnya, untuk mendukung program prioritas pemerintah, yaitu penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem," terang Menko PMK. 
 
Proses pengawalan pengiriman daging dam ke Indonesia akan terus dilakukan Kemenko PMK, melalui koordinasi intensif dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kementerian Pertanian, serta kementerian dan lembaga teknis lainnya yang terlibat.***
 
 
 
 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat