unescoworldheritagesites.com

Polisi Temukan Fakta Baru dalam Kasus Penganiayaan, Chat WA dan CCTV Jadi Bukti untuk Tetapkan Tersangka AG - News

AG Pacar Mario Jadi Tersangka

: Polisi Temukan Fakta Baru dalam Kasus Penganiayaan oleh Mario Dandy Satriyo terhadap Cristalino David Ozora melalui Pemeriksaan Digital Forensik

Jakarta, 2 Maret 2023 - Polisi telah menemukan fakta baru dalam kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo terhadap Cristalino David Ozora. Fakta baru ini didapatkan melalui pemeriksaan alat bukti secara digital forensik. Video penganiayaan tersebut telah beredar di media sosial, namun polisi berhasil mengidentifikasi peran orang-orang yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) berkat temuan chat WhatsApp dan rekaman CCTV.

Penyidik sebelumnya menerapkan Pasal 76 C juncto Pasal 80 UU PPA juncto Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan biasa. Namun, setelah menemukan fakta baru melalui pemeriksaan digital forensik, polisi menerapkan konstruksi pasal yang baru.

Baca Juga: AG Turut Ditetapkan Sebagai Tersangka Menyusul Mario Dan Shane Dalam Kasus Penganiayaan David

Mario Dandy Satriyo diterapkan konstruksi pasal 355 ayat (1) KUHP subsider 354 ayat (1) KUHP lebih subsider 353 ayat (2) KUHP lebih-lebih subsider 351 ayat (2) KUHP dan/atau 76 C juncto 80 UU Perlindungan Anak. Untuk tersangka Shane dijerat Pasal 355 ayat (1) juncto 56 KUHP, subsider 354 ayat (1) juncto 56 KUHP, lebih subsider 353 ayat (2) juncto 56 KUHP, lebih-lebih subsider 351 ayat (2) juncto 56 KUHP dan/atau 76 C juncto 80 UU Perlindungan Anak.

Polisi juga menetapkan AG, seorang anak berkonflik dengan hukum, sebagai pelaku dalam kasus ini dengan pasal yang diterapkan yaitu 76 C juncto 80 UU Perlindungan Anak dan/atau 355 ayat (1) juncto 56 KUHP, subsider 354 ayat (1) juncto 56 KUHP, lebih subsider 353 ayat (2) juncto 56 KUHP, lebih-lebih subsider 351 ayat (2) juncto 56 KUHP. Dengan penerapan pasal ini, Mario Dandy Satriyo dan Shane terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengatakan bahwa fakta baru yang didapat dari pemeriksaan digital forensik ini memungkinkan polisi untuk melihat peran dari masing-masing orang yang ada di TKP penganiayaan tersebut. Polisi berharap bahwa keputusan yang diambil dalam kasus ini dapat memberikan keadilan kepada korban dan memberikan efek jera bagi pelaku kekerasan.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat