unescoworldheritagesites.com

Soal Bisnis dengan Israel, Lembaga Konsumen Muslim Desak Danone Jujur - News

Foto ilustrasi: Istimewa

: Yayasan Konsumen Muslim Indonesia, lembaga perlindungan konsumen Muslim berbasis Jakarta, kembali menyuarakan desakan boikot dan divestasi saham Danone, raksasa bisnis Perancis yang menguasai sejumlah sektor bisnis strategis di Indonesia, pada sebuah group bisnis makanan dan minuman terkemuka di Israel.

"Kalau Danone Indonesia, yang merupakan unit usaha Danone Perancis, seperti yang diklaim pejabat senior perusahaan belakangan ini sungguh-sungguh berkomitmen pada nilai-nilai kemanusian, pada derita, nestapa dan genosida yang saat ini terjadi dan masih berlangsung di Gaza, tunjukkan dong mereka berani menyuarakan divestasi saham Danone di Strauss Health Ltd.," kata Direktur Eksekutif Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI), Ahmad Himawan, dalam sebuah pernyataan, Jumat (5/4/2024).

Baca Juga: Aksi Boikot Produk Terafiliasi Israel Terus Berlanjut, Perlemah Ekonomi Israel agar Tidak Menyerang Palestina

Strauss Health Ltd. merupakan group bisnis makanan dan minuman berbasis susu dan salad terkemuka di Israel. Strauss Group Ltd. tercatat menguasai 80% saham perusahaan dan sisanya 20% dimiliki oleh Danone.

Laporan Tahunan Strauss Group Ltd. pada 2018 menyebut Danone mengakuisisi 20% saham Strauss Health sejak 1996. Data itu sejalan dengan informasi pada laman keterbukaan informasi Danone yang menyebut per 31 Desember 2023 perusahaan memiliki 20% saham di Strauss Health Ltd.

Menurut Ahmad, konsumen Muslim Indonesia menanti kejujuran Danone Indonesia terkait nature hubungan induknya di Perancis dengan entitas bisnis di Israel.

"Tanpa adanya keterbukaan dari perusahaan, kami meyakini konsumen bakal tetap memboikot segala produk Danone di Indonesia, termasuk pada sektor air kemasan bermerek, susu bayi dan minuman berenergi," katanya menegaskan.

Baca Juga: Produk Terafiliasi Israel Melawan Boikot, Gencarkan Kampanye Disinformasi di Media Sosial

Klaim Sepihak

Desakan YKMI tersebut muncul berselang hari setelah pejabat Danone Indonesia, menyitir sebuah laporan Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM) atau OHCHR, mengklaim Danone tak memiliki keterkaitan bisnis apapun dengan pihak Israel.

“Data itu sekaligus membantah disinformasi yang beredar yang menyatakan bahwa Danone masuk dalam perusahaan yang mendukung pendudukan Israel atas Palestina,”  kata Direktur Komunikasi Perusahaan Danone Danone Indonesia, Arif Mujahidin, menyebut laporan Komisi HAM PBB sebagai "sumber yang valid dan kredibel" untuk dirujuk mengenai siapa yang sebenarnya memberikan dukungan atas pendudukan Israel.

Namun, menurut Ahmad, Danone Indonesia salah kaprah jika mengira 'jejak berdarah' keterkaitan bisnis antara Danone dengan entitas bisnis di Israel bisa seketika 'terhapus' semata mengandalkan laporan investigasi OHCHR.

Baca Juga: Boikot Produk Terafiliasi Israel Tak Terbendung, Sebagian Perusahaan Mengaku Terdampak

"Laporan investigasi OHCHR per Juni 2023 tersebut sebenarnya pembaruan (update) atas daftar 112 perusahaan yang sebelumnya telah diketahui memiliki bisnis di balik mega-proyek pemukiman ilegal di sejumlah lokasi strategis di Palestina," kata Ahmad.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat