unescoworldheritagesites.com

Terobosan Ciamik Laksanakan Program GeoTagging, 354 Praja IPDN Kemendagri Bantu Turunkan Prevalensi Balita Stunting di Cirebon - News

Rektor IPDN, Prof Hadi Prabowo mengungkapkan program GeoTagging Stunting yang dilakukan Praja IPDN di Kota Cirebon ini membantu menampilkan data numerik menjadi data geospasial dengan cara tagging secara fisik di lapangan terhadap balita penyandang stunting (AG Sofyan)

  SUARAKARYA.ID: Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tak gemar beretorika. Namun lebih bersemangat berbuat konkret untuk membantu kesulitan masyarakat.

Sesuai salah satu isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni kewajiban melakukan pengabdian kepada masyarakat, Praja IPDN kali ini turun ke bawah (turba) membantu menurunkan prevalensi stunting di Kota Cirebon.

Melalui kegiatan GeoTagging Stunting, Praja IPDN Kemendagri telah membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menurunkan angka stunting.

Baca Juga: Rektor Prof Hadi Prabowo Tegaskan Praja dan Mahasiswa IPDN Peka Terhadap Persoalan Kependudukan

Kegiatan ini diikuti oleh 354 orang satuan Praja Madya IPDN saat melaksanakan praktik magang III selama 21 hari di Kota Cirebon..

Rektor IPDN, Prof. Dr. Drs. Hadi Prabowo., M.M mengungkapkan program GeoTagging Stunting yang dilakukan Praja IPDN ini membantu menampilkan data numerik menjadi data geospasial dengan cara tagging secara fisik di lapangan terhadap balita penyandang stunting.

"Kegiatan ini dilakukan praja dengan didampingi oleh aparatur kelurahan, RT/RW dan kader Posyandu. Dimulai dengan melakukan verifikasi data kependudukan dari KK hingga pemetaan lingkungan atau rumah tinggal dari balita penyandang stunting,” ujar Prof Hadi kepada media di Cirebon, Rabu (3/7/2924). 

Baca Juga: Dinilai Berprestasi Berkinerja Ciamik: Dirjen Zudan Raih Penghargaan Kartika Astha Bratha Madya Rektor IPDN

Berdasarkan program ini, kata Hadi, diperoleh data sebanyak 3.097 balita yang tersebar di 5 kecamatan dan 22 kelurahan, seluruhnya telah terverifikasi.

“GeoTagging Stunting yang dilakukan oleh Praja IPDN merupakan langkah terobosan yang tepat. Ini karena melalui GeoTagging diharapkan Pemerintah Kota Cirebon dapat memetakan target dan lokasi balita stunting secara akurat guna membangun database terkait jumlah balita stunting,” jelasnya.

Menurut Prof Hadi Prabowo, hal ini akan berdampak pada pengambilan kebijakan terkait penyelenggaraan percepatan penurunan stunting.

Baca Juga: 34 Daftar Lagu Daerah Nusantara Lengkap Dengan Asal Daerahnya

"Karena kebijakan publik yang baik harus didukung dengan adanya data yang akurat dan berbasis bukti, serta komitmen dari pembuat kebijakan," tegasnya.

Dengan adanya data ini, Prof Hadi mengharapkan Pemkot Cirebon dapat melakukan pemetaan permasalahan yang akurat.

“Saya meyakini akan berimpilasi positif kepada upaya penentuan langkah-langkah penanganan stunting yang efisien dan efektif baik itu melalui intervensi spesifik atau intervensi sensitive,” ucapnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat