unescoworldheritagesites.com

Kompetensi CPMI, Kemnaker-BP3MI DIY, Jateng, serta Jatim Tandatangani Komitmen Bersama - News

Pelatihan kerja adalah media yang efektif untuk menyiapkan CPM

 
 
: Sebagai upaya meningkatkan kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui pelatihan vokasi, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta tandatangani Komitmen Bersama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DI Yogyakarta, Jawa Tengah, serta Jawa Timur, di BPVP Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (5/7/2024).
 
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, (Wamenaker) Afriansyah Noor yang hadir pada penandatanganan komitmen itu menuturkan, pelatihan kerja adalah media yang efektif untuk menyiapkan CPMI, bagi kebutuhan pasar kerja karena dilakukan dalam durasi yang singkat.
 
"Karenanya, penyiapan CPMI melalui pelatihan harus didesain sesuai  kebutuhan jenis pekerjaan, baik untuk kebutuhan di dalam maupun luar negeri," ujar Wamenaker. 
 
 
Wamenaker mengungkapkan, perlu diketahui dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap CPMI sektor formal, maupun non formal di beberapa negara sahabat terus mengalami peningkatan.
 
Permintaan itu baik dengan skema Government to Government (G to G), Government to Private (G to P), maupun skema Specified Skilled Workers (SSW)/ atau yang biasa dikenal dengan sebutan pekerja berketerampilan khusus. 
 
"Salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya permintaan calon pekerja migran ini diakibatkan makin berkurangnya tenaga kerja produktif di negara tersebut," kata Wamenaker.
 
 
Dia menyebutkan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, untuk menyiapkan calon tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri, perlu adanya peningkatan kualitas calon pekerja migran melalui pendidikan dan pelatihan kerja. 
 
Dalam implementasinya, lanjutnya, program pendidikan dan pelatihan kerja juga dapat diselenggarakan oleh lembaga pendidikan, maupun lembaga pelatihan kerja milik pemerintah atau swasta yang telah terakreditasi.
 
"Pelatihan kerja menjadi kegiatan terpenting bagi pelindungan pekerja migran. Untuk itu, diharapkan seluruh pelaksanaan pelatihan kerja agar dimanfaatkan dengan baik," ujar Wamenaker.***
 
 
 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat