unescoworldheritagesites.com

Perkembangan Pemulihan Aplikasi SRIKANDI: Backup Data Terselamatkan Per 13 Juni 2024 - News

Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI). Foto: Istimewa

: Sejak terjadinya gangguan penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) terhitung 20 Juni 2024 pukul 04.15 WIB, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna aplikasi SRIKANDI di lingkungan instansi pemerintah pusat dan daerah, atas ketidaknyamanan dan terhambatnya surat-menyurat serta kegiatan kearsipan lainnya di Aplikasi SRIKANDI.

Menyikapi gangguan tersebut, ANRI telah melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan. Hasilnya teridentifikasi bahwa berdasarkan temuan Tim Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), backup data yang terekam dari Aplikasi SRIKANDI tertanggal 13 Juni 2024.

Tetapi kemungkinan besar arsip yang tercipta pada aplikasi setelah tanggal tersebut tidak dapat diakses.

Menyikapi hal ini, ANRI sedang dan terus bekerja keras bersama pemangku kepentingan untuk memastikan pemulihan layanan SRIKANDI dengan tetap mengutamakan keamanan arsip dan integritas sistem.

Merujuk pada keterangan resmi Kementerian Kominfo tentang dampak dan pemulihan PDNS, pada 30 Juni 2024 ANRI sudah mendapatkan sumber daya dari PDNS1.

Selanjutnya Tim Teknis Pengelola Aplikasi SRIKANDI melakukan proses pemulihan sistem yang cukup kompleks, sehingga diperkirakan akan memerlukan waktu antara 7 hingga 10 hari kalender, terhitung sejak tanggal 1 Juli 2024.

Selama proses pemulihan ini, pengguna layanan SRIKANDI disarankan untuk:

1. Memantau pembaruan melalui situs resmi www.anri.go.id dan akun media sosial resmi ANRI untuk informasi terkini mengenai status pemulihan.

2. Meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya penipuan atau phishing yang mungkin terjadi selama periode ini, dengan memastikan setiap informasi yang diterima bersifat resmi yang dikeluarkan ANRI.

3. Menggunakan alternatif, dengan cara:


● menggunakan aplikasi persuratan/pengelolaan arsip dinamis masing-masing instansi pemerintah yang telah dibangun sebelum adanya aplikasi SRIKANDI, selama layanan SRIKANDI belum bisa beroperasi;

● menggunakan layanan Tanda Tangan Elektronik (TTE) melalui fasilitas seperti panther dan untuk distribusi naskah menggunakan surat elektronik kedinasan;

● melakukan proses penciptaan (pembuatan naskah keluar dan penerimaan naskah masuk) secara manual dengan tetap memperhatikan keutuhan dan keautentikan arsip, serta registrasi/pencatatan arsip secara tertib.

Terhadap arsip yang diciptakan tersebut dilaksanakan alih media/digitisasi sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Adapun pengiriman naskah dinas dapat dilakukan melalui surat elektronik (email) resmi instansi pemerintah pusat dan daerah.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat