unescoworldheritagesites.com

Didukung Diwa Foundation, Merti Desa Bibis Kulon Solo, Berpotensi Jadi Wisata Regional - News

Ketua Pembina Diwa Foundation saat berada di Sendang Mbah Menyek lokasi diadakannya Merti Desa Bibis Kulon, Solo (Endang Kusumastuti)

: Event tahunan Merti Desa Bibis Kulon, Gilingan, Solo, bakal menjadi potensi wisata regional dan lokal, apabila digarap dengan serius. Merti Desa Bibis Kulon biasa digelar setiap bulan Suro.

 Tahun ini, acara tersebut akan digelar Kamis (11/7/2024) dengan nuansa yang lebih meriah. Dengan dukungan dari Yayasan Diwa (Diwa Foundation/Difo).

"Merti Desa Bibis Kulon adalah salah satu kearifan lokal yang masih tersisa di tengah-tengah Kota Surakarta.  Event ini dipertahankan sedemikian rupa oleh para penerus generasi di kampung ini," jelas Ketua Dewan Pembina Yayasan Diwa, Diah Warih Anjari, kepada media, Rabu (10/7/2024).

 Baca Juga: ISI Solo Gelar Festival Pasca Penciptaan 2024, Puluhan Karya Mahasiswa Pascasarjana Dipamerkan

Menurut bakal calon (balon) Wali Kota Solo itu, dirinya turut peduli dan wajib menjaga serta mempertahankan tradisi budaya ini dan membawanya ke tingkat regional, nasional dan internasional.

"Kita support penuh untuk event ini. Bahkan nanti saya gerakkan tim media saya untuk membuat video yang menarik agar event ini lebih dikenal dan tentu bisa mendapat pendanaan dari berbagai pihak baik swasta maupun dari kementerian," jelasnya lagi.

Di event tersebut, panitia juga mengundang penguasa Pura Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara X atau Gusti Bhre. Menanggapi hal itu, Diah Warih memgakutidak mempermasalahkan hal tersebut.

 Baca Juga: Perkembangan Pemulihan Aplikasi SRIKANDI: Backup Data Terselamatkan Per 13 Juni 2024

"Ini kan event budaya jadi siapa saja juga boleh datang da terlibat. Kalau saya sendiri lebih fokus untuk mendukung acara ini agar bisa lebih baik dan bisa naik kelas jadi event nasional bahkan internasional. Karena potensinya ada," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Merti Desa Bibis Kulon, Heru Suryono, mengatakan kegiatan merti desa merupakan upaya pelestarian kearifan lokal dengan menggelar tradisi bersih desa di Sendang Mbah Meyek. 

"Kami  ingin menghormati cikal bakal kampung sekaligus perwujudan rasa syukur kepada Allah ,” katanya.

 Baca Juga: Vicky Prasetyo Dukung Penuh untuk Mochtar Mohamad, Ini Wakafnya

Rangkaian kegiatan tradisi bersih desa di Sendang Mbah Meyek diawali dengan caos dhahar atau wilujengan atau doa.  Dilanjutkan dengan menguras Sendang Mbah Meyek dan sumur Mbah Bandung pada pukul 07.00 WIB. 

Selanjutnya, kirab budaya dilaksanakan dengan mengelilingi wilayah Kampung Bibis Kulon. Seusai acara kirab budaya, rangkaian tradisi bersih desa Mbah Meyek dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit pada malam hari dengan lakon “Wahyu Manunggal Talining Rasa".*** 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat