unescoworldheritagesites.com

Kadisnakertrans NTB: Pelatih Harus Bisa Yakinkan CPMI Tempuh Jalur Prosedural - News

Kadisnakertrans Prov NTB, IGP Aryadi (Suara Karya/Ist)

: Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H, menghadiri dan mendukung penuh kegiatan Pembukaan Pelatihan untuk Pelatih Orientasi Pra Pemberangkatan bagi Pekerja Migran Indonesia Sektor Kelapa Sawit Koridor Indonesia-Malaysia.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh International Organization for Migration (IOM) bekerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) selama 2 hari, yaitu pada tanggal 9-10 Juli 2024, di Lombok Raya Hotel, Selasa (09/07/2024).

Dalam sambutannya, Aryadi menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada BP3MI NTB dan IOM atas inisiatif mereka dalam memperkuat kompetensi PMI di sektor kelapa sawit.

Baca Juga: Seminar Nasional UUCK, Disnakertrans NTB ungkap Dinamika Perlindungan Pekerja

Ia menegaskan bahwa pelatihan ini sangat penting dalam mempersiapkan pekerja migran Indonesia untuk menghadapi tantangan di negara tujuan.

"Pelatihan ini sangat penting bagi calon pekerja migran kita, terutama dalam sektor kelapa sawit di koridor Indonesia-Malaysia. Pelatih harus mampu meyakinkan CPMI kita agar menempuh jalur prosedural. Dengan adanya pelatihan ini, kita dapat memastikan bahwa para pelatih ini nantinya akan melatih pekerja migran kita agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup sehingga dapat bekerja dengan aman dan produktif," ujar Aryadi.

 Aryadi menekankan pentingnya pelatihan ini dalam konteks persaingan global yang semakin ketat. "Saat ini kita bekerja dalam persaingan global, di mana kompetensi dan pengetahuan menjadi kunci utama.

Baca Juga: Disnakertrans NTB Gelar FGD Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan

Pelatihan seperti ini memberikan nilai tambah bagi pekerja migran kita, sehingga mereka dapat bersaing dan berkontribusi lebih baik di tempat kerja mereka," tegasnya.

Pria yang pernah Kadiskominfotik NTB ini mengungkapkan bahwa selama 3 tahun ini, Disnakertrans NTB bersama BP3MI terus berkolaborasi dalam upaya mencegah kasus pekerja migran yang unprosedural. Ia menyoroti masih lemahnya informasi job order di masing-masing negara penempatan, yang sering kali membuat calon pekerja migran tertipu.

Untuk mengatasi hal ini, Disnakertrans NTB bekerjasama dengan Pemerintah Pusat telah melakukan berbagai pelatihan untuk petugas antar kerja dari berbagai lembaga, termasuk pejabat fungsional pengantar kerja, petugas antar kerja Dinas Ketenagakerjaan kabupaten/kota se-NTB, Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS), Bursa Kerja Khusus (BKK), Anjungan SiapKerja, dan P3MI agar dapat memberikan informasi yang valid dan detail mengenai job order yang akurat kepada masyarakat.

Baca Juga: Turunkan Pengangguran Terbuka Disnakertrans NTB Gelar Rakor

“Petugas antar kerja harus bisa berperan sebagai garda terdepan dalam akses informasi pasar kerja untuk meningkatkan penyerapan dan penempatan tenaga kerja di dunia usaha dan industri sekaligus pencegahan kasus PMI non prosedural. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi mereka sangat penting," ujarnya.

Ia berharap pengantar kerja dapat terus selangkah lebih maju dari sisi informasi dan pengalaman agar bisa membagikannya ke masyarakat yang membutuhkan.

Aryadi mengungkapkan bahwa banyak kasus PMI non prosedural yang telah ditanganinya selama ini berawal dari tidak sesuainya informasi yang disampaikan ke masyarakat.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat