unescoworldheritagesites.com

Gugatan Ahli Waris Ditolak, Keluarga Besar SMP Segar Cimanggis Berharap Tak Ada Lagi yang Mengganggu - News

Gugatan Ahli Waris Ditolak, Keluarga Besar SMP Segar Cimanggis Berharap Tak Ada Lagi yang Mengganggu (Ist)

: Segenap Yayasan Semangat Genta Rokhani (Segar), guru dan seluruh keluarga besar SMP Segar Cimanggis akhirnya bisa bernafas lega usai Pengadilan Negeri Kota Depok memenangkan pihaknya atas tanah sengketa seluas 2.770m2 yang digugat Tedy Wardijanto Wartono, selaku ahli waris Suratmo alias Tjie Djiem Hoat yang meminta hak ahli waris dikembalikan.

Dalam keterangannya tim kuasa hukum Yayasan Segar menyebut bahwa schubungan dcngan tudingan Ahli Waris Suratmo, berdasarkan Putusan perkara Perdata No.185/Pdt.G/2023/PN.Dpk tanggal 5 Juli 2024, Tim Kuasa Hukum Yayasan SEGAR dan SMP SEGAR memenangkan Gugatan pada tingkat Pertama dari Ahli Waris Tjie Djiem Hoat alias Suratmo (PARA PENGGUGAT terhadap Yayasan SEGAR (TERGUGAT I), SMP SEGAR (TERGUGAT II), dan Kementerian ATR/BPN cg Kantor Pertanahan Nasional Kota Depok Provinsi Jawa Barat (TERGUGAT III) atas sengketa lahan milik yayasan SEGAR yang telah bersertifikat dan diatasnya telah berdiri SMP SEGAR yang diklaim oleh ahli waris almarhum Suratmo.

“Telah terdapat kejanggalan yang sangat signifikan atas dalil-dalil yang diajukan oleh Para Penggugat dalam proses peradilan yang perlu diketahui oleh publik, dan menjadi dasar bagi Kami untuk bisa memperjuangkan keadilan demi membela kepentingan Klien kami yaitu Yayasan SEGAR dan SMP SEGAR yang telah berdiri sejak dari tahun 1970an dimana sekolah SMP SEGAR telah banyak memberikan kontribusi kepada Negara dan Bangsa ini dengan mendidik siswa-siswi dari warga yang kurang mampu. Bahkan dari rangkaian persidangan yang berlangsung sejak Juli 2023, gugatan yang ditujukan ke Yayasan SEGAR dan SMP Segar dinilai telah cacat hukum dan tidak mendasar.” ujar Kuasa Hukum Sahal Poltak Siallagan SH.

Baca Juga: Menhan Prabowo Sambut Grand Syekh Al Azhar Prof Ahmed di Kemhan

Putusan PN Kota Depok tanggal 5 Juli 2024 nomor 185/Pdt.G/2023/PN Dpk berbunyi:

Menolak provisi Penggugat: Dalam Eksepsi

* Menolak Eksepsi Tergugat I (Yayasan Segar), Tergugat II (SMP Segar Cimanggis) dan Tergugat III (Kementerian ATR/BPN cq Kota Depok, Prov Jawa Barat):

Dalam Pokok Perkara

1. Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard),

2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp1.624.500,00 (satu juta enam ratus dua puluh empat ribu lima ratus rupiah).

Dengan putusan itu jelas gugatan Tedy Wardijanto Wartono tidak bisa diterima dengan bukti-bukti bahwa tanah seluas 2.770m2 tersebut sah sudah dihibahkan oleh Suratmo, orangtua penggugat pada 15 Agustus 1972 untuk didirikan sekolah.

Baca Juga: Tim Peneliti FKUI Ungkap Fakta Terbaru Terkait Penyakit Celiac di Indonesia

Menurut Sahat Poltak Siallagan SH bukti-bukti yang diperlihatkan di persidangan oleh penggugat di depan persidangan dikesampingkan oleh hakim karena tidak ada kaitannya dengan perkara gugatan. Bukti yang diajukan penggugat sangat lemah.

"Bukti-bukti yang disampaikan berupa surat keterangan waris, saksi-saksi yang semuanya tak ada kitannya langsung dengan perkara gugatan. Jadi hakim tidak menerima gugatan karena memang tidak cukup bukti," kata Sahat.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat