unescoworldheritagesites.com

Figur calon Gubernur Maluku, Cocok Kolaborasi Akademisi dan Politisi, hadapi Tantangan Indonesia Emas 2045 - News

Yacob Nauly - Figur  calon Gubernur Maluku, Cocok Kolaborasi Akademisi dan Politisi, hadapi Tantangan Indonesia Emas 2045 (Redaksi suarakarya.id)



Oleh Yacob Nauly

: Provinsi Maluku  butuh gubernur wakil gubernur  yang punya mindset kekinian.

Guberbur Maluku saat ini haruslah orang yang memiliki mindset mutakhir.

Atau sikap cara berpikir serta cara bertindak gubernur harus sesuai dengan tuntutan zaman.

Mindset seperti itu hanya dimiliki pasangan gubernur wakil gubernur  seorang akademisi dan politisi.

Baca Juga: Keraton Surakarta Gelar Kirab 1 Suro, Sejumlah Pusaka Termasuk Kerbau Kyai Slamet Bakal Dikirab

Pertumbuhan Perguruan tinggi di Provinsi Maluku maju pesat dari tahun ke tahun, ini sangat bermanfaat. Dan penting.

Persoalannya, suka tidak suka warga Provinsi Maluku akan masuk di era Indonesia Emas tahun 2045.

Provinsi Maluku yang terdiri dari ribuan pulau itu takkan maju bila  konsep yang digunakan hanya mengandalkan dukungan APBN untuk membangun daerah ini.

Ini benar, lo !. Kenapa? Karena potensi sumber ekonomi dari daerah kepulauan itu besar jika mindset gubernur dan wakil gubernur itu mampu menganalisis masalah ini.

Perlu dicatat bahwa seorang dosen atau pengajar di perguruan tinggi mampu memecahkan berbagai persoaaln sosial di masyarakat

Kegiatan dosen itu implementasinya melalui kegiatan akademik, kegiatan profesi dan kegiatan non akademik.

Kegiatan akademik terdiri atas tatap muka (kuliah), belajar mandiri (penugasan), belajar modul dan tugas ilmiah serta karya akhir.

Ini memperjelas bahwa seorang akademisi itu mampu memecahkan berbagai persoapan masyarakat di Maluku, misalnya.

Baca Juga: Kontingen UDG NTB Diharapkan Beri Kontribusi Bagi Pembangunan Daerah

Sedangkan peran dan tanggung jawab politisi adalah kepada masyarakat dan pemerintah.

Politikus menjadi penyambung informasi dari rakyat ke pemerintah dan sebaliknya. Juga, ikut merumuskan undang-undang demi kesejahteraan rakyat.

Seorang akademisi mampu menjadi Pemimpin yang efektif dan efisien. Penampilannya memiliki :

• Attitude yang tenang dan positif. Seorang pemimpin akan lebih dihargai jika mereka memiliki attitude yang lebih tenang dan lebih positif.

• Membuka komunikasi.

• Mengajari bukan memerintah.

• Memberikan pandangan mengenai gol dan ekspektasi.

• Memberikan dan meminta feedback.

Ini tipe pimpinan seorang akademisi yang kita temui di dunia perguruan tinggi.

Seorang dosen memiliki mindset Kepemimpinan yang ideal. Itu sudah pasti.

Seorang dosen adalah pemimpin yang cerdas dalam membawa diri, yang didukung dengan keunggulan berfikir dan peka terhadap hal-hal sekitar.

Dalam menjalankan tugasnya, seorang  dosen yang ideal akan mampu berpikir luwes.

Baca Juga: Dikdas DKI Segera Cairkan KJP Plus, Kini Masih Tahap Verifikasi

Termasuk  tentu dosen memiliki ide-ide segar untuk keberlangsungan kepentingan mahasiswanya.

Nah, maksud penulis mempercayai  pemimpin seorang akademisi. Karena dosen pasti mampu menyiapkan dengan baik  SDM saat ini untuk bersaing  di era Indonesia Emas 2045.

Artinya, bibit-bibit keunggulan untuk mencapai Generasi Emas 2045 telah tertanam kuat pada generasi Maluku saat ini.

Provinsi lain di Indonesia juga  tengah dihadapkan pada tantangan global dan dinamika internal yang kompleks.

Karena itu Pemerintah mengalihkan fokusnya untuk memberdayakan dan menyiapkan generasi saat ini.

Itu maksudnya  agar generasi saat ini siap menghadapi masa depan yang menantang.

Para ahli menyebut, visi Indonesia Emas 2045 mencerminkan tekad yang kuat dari Indonesia.

Ini untuk menapaki jalan menuju kemegahan di masa mendatang.

Di sisi lain, ditiru menekankan peran dosen atau guru sebagai contoh atau model dalam perilaku, sikap, etika, dan nilai-nilai kehidupan yang baik.

Ini berarti seorang dosen tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga diharapkan menjadi panutan dengan kualitas pribadi yang baik.

Baca Juga: Berita Bohong atau Hoaks Stagnan Jika Penegak Hukum Bertindak Tegas, ' Gitu aja Kok Repot '

Para guru di Perguruan Tinggi ini umumnya  dikenal dengan istilah dosen, seperti universitas atau perguruan tinggi, sering kali dianggap sebagai akademisi.

Itu  karena mereka terlibat dalam penelitian dan publikasi akademik selain dari tugas pengajarannya.

Sehingga menjadikan mereka bagian integral dari komunitas akademik.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akademisi atau akademikus diartikan sebagai orang yang berpendidikan perguruan tinggi.

Seorang akademisi adalah orang yang beraktivitas atau memberikan kontribusi dalam ranah akademik.

Kini mereka dari pelbagai latar belakang karier. Ada yang pengusaha, politikus, akademisi, dan sebagainya  bertarung rebut Maluku 01(gubernur).

Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa akademisi dan politisi cocok menduduki jabatan Gubernur dan Wakil Guberner Maluku periode 2024 - 2029.

Diharapkan gubernur dan wakil gubernur Maluku berprofesi Akademisi dan Politisi dapat mempersiapkan SDM yang berkualitas menghadapi era Indonesia Emas 2045. ***

Katena itu. Figur  calon Gubernur Maluku, Cocok Kolaborasi Akademisi dan Politisi, hadapi Tantangan Indonesia Emas 2045

Sumber: Media Massa - , Tempo.com, detik.com, Kompas.com dan Referensi lain.

Penulis : Yacob Nauly. Wartawan . Wartawan Utama versi Dewan Pers RI. Wartawan Fellowship Institud Tempo 2020. Wartawan Ubahlaku Pemerintah Pusat tahun 2019-2021. Juara 2 Kompetisi Jurnalis Indonesia BRI Fellowship Journalism 2021. Mantan Ketua PWI Perwakilan Sorong. Mahasiswa S2 Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Mahasiswa S2 Universitas Terbuka (UT).

Baca Juga: Pemda di Dataran Papua termasuk PBD Kelewat Manja, Ganti Rugi Tanah dan Tanaman Warga Dibayar Cicil, Dana Otsus Tak Dinikmati Semua OAP

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat