unescoworldheritagesites.com

Kepala Daerah - News

Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi, Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Surakarta (Ist)

Oleh: Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi

: Setiap daerah sejatinya memiliki persoalan tersendiri yang cenderung berbeda jika ini dibandingkan dengan daerah lain. Oleh karena itu, beralasan jika kemudian dinyatakan bahwa setiap daerah itu sejatinya unik dan memiliki karakteristik yang berbeda. Terkait ini maka logis setiap daerah harus dipimpin kepala daerah yang juga memiliki perhatian dan komitmen untuk mengembangkan daerahnya.

Jadi, komitmen terhadap proses dan orientasi pembangunan di semua daerah sejatinya tidak bisa terlepas dari peluang untuk membangun secara sistematis dan berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan untuk merealisasikan kemakmuran masyarakatnya. Meskipun demikian, orientasi itu pastinya tidaklah mudah karena ada banyak tantangan, baik itu internal maupun eksternal, belum lagi tantangan karena ketersediaan SDM, baik secara kuantitas ataupun kualitas. Realita ini menjadi catatan menarik bagi siapapun yang akan maju bertarung dalam pilkada di akhir tahun ini secara serentak.

Kepala daerah sejatinya yaitu pemimpin yang memberi arah perubahan terhadap tujuan pembangunan di daerah. Padahal setiap tahapan pembangunan semua daerah cenderung berbeda mengacu karakteristik yang ada dan berkembang di daerah tersebut. Artinya ini akan berbeda jika daerah tertentu berbasis sumber daya alam dibandingkan dengan lain daerah yang berbasis sumber daya pasar.

Jadi, setiap daerah pasti berusaha untuk dapat membangun kawasan industri yang diharapkan bisa menyerap investasi baik yang padat modal maupun yang padat karya. Di satu sisi realisasi invetasi juga berkepentingan bagi penyerapan tenaga kerja, meski di sisi lain realisasi investasi juga berkomitmen kepada daya tarik investasi dan kepastian berusaha yang ada di daerah. Artinya realisasi dibalik investasi menjadi catatan penting bagi semua daerah.

Fakta dibalik urgensi realisasi investasi maka keberadaan kepala daerah bukan sekedar menjadi simbol dan figur bagi daerah tapi juga bagaimana perannya untuk bisa menarik investor agar menanamkan investasinya di daerah. Fakta ini menegaskan bahwa kepala daerah sejatinya bukan sekedar simbol pemerintahan di daerah tapi juga pemikat untuk bisa memberika garansi terhadap potensi pembangunan di daerah. Jadi, memilih kepala daerah bagi semua daerah pada dasarnya bukan sekedar memilih figur semata tapi juga bagaimana menentukan arah pembangunan di daerah untuk 5 tahun ke depan.

Harapan ini menjadi peluang dan tantangan bagi semua parpol untuk bisa selektif sehingga tidak semua kandidat harus mendapatkan restu bertarung dalam pilkada serentak pada akhir tahun ini. Parpol tentunya harus bisa lebih cermat dan cerda sehingga parpol tidak salah pilih siapa kandidat yang harus mendapatkan restu bertarung dalam pilkada. Terkait hal ini maka masyarakat juga harus cermat dalam menentukan pilihannya pada pilkada.

Urgensi pilkada serentak maka  masyarakat juga perlu mencari rekam jejak siapa yang akan dipilih dalam pilkada nanti. Jangan sampai siapa kandidat yang dipilih justru akan menjadi target OTT KPK ditengah kepemimpinannya. Betapa tidak sepanjang waktu di era reformasi ternyata OTT KPK semakin bernyali dan sejumlah kepala daerah terjerat jeruji besi akibat OTT KPK. Ironisnya, korupsi yang dilakukan tidak lagi sendirian tapi juga berjamaah.

Bahkan, tidak saja dilakukan di pusat tapi juga merata di semua daerah seolah tidak ada satupun daerah yang kepala daerahnya tidak terjerat kasus KPK. Fakta ini tentunya menjadi ironi dibalik semangat anti KKN pasca tumbangnya era otda pada tahun 1998 silam.

Jadi pembelajaran bagi siapapun yang akan maju menjadi kandidat di pilkada akhir tahun 2024 harus cermat, cerdas, cerdik dan pastinya jangan culas untuk bisa mendulang suara pemenangan dan kemenangan. Meski diakui modal untuk maju di pilkada tidaklah kecil tetapi jangan sampai etos kerjanya justru dikebiri untuk cepat balik modal yang akhirnya justru terjerat OTT KPK. ***

* Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo

Kantor: Jl. A. Yani, Tromol Pos 1, Solo 57102, Telp HP/WA: 081-5670-1515

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat