unescoworldheritagesites.com

LSM Kristen Kecam Pelarangan Beribadah Oleh Sekelompok Orang di Provinsi Lampung - News

Marvin Warren Pattikawa, Sekertaris LSM Kristen Pustakalewi

: Beberapa waktu terakhir ini di jagat dunia maya marak beredar video aksi tindakan pelarangan ibadah terhadap jemaat Kristiani yang terjadi di Bandar Lampung, Minggu (19/2/2022).

Aksi pelarangan beribadah itu diduga dilakukan oleh sekelompok orang tidak bertanggung jawab terhadap jemaat Kristiani saat menjalankan proses ibadah.

"Pelarangan beribadah terhadap jemaaat Kristiani ini terang-terangan sudah merusak nilai kebangsaan yang tercantum dalam Pancasila sebagai Ideologi bangsa ini," ujar Marvin Warren Pattikawa, Sekertaris LSM Kristen Pustakalewi, Senin (20/2/2022).

Baca Juga: Lirik 'Giginya Ompong Menggerong' Lagu Cintamu Sepahit Topi Miring Ternyata Ini Maknanya

Dia menyebut tindakan diskriminasi dan teror terhadap jemaat Kristiani di Lampung itu secara tidak langsung merusak persatuan dan kesatuan umat beragama yang telah diatur dalam konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Ini menjadi peringatan kepada pemerintah untuk menjamin kebebasan beribadah seluruh umat beragama di Indonesia. Jangan sampai pemerintah tidak tegas terhadap hal hal yang dapat merusak toleransi," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa peristiwa pelarangan beribadah telah dua kali terjadi di Provinsi Lampung. Seharusnya tindakan inkonstitusional sudah sepatutnya menjadi perhatian khusus pemerintah dalam mengantisipasi kerukunan umat beragama.

Baca Juga: Lirik Lagu Muak by Aruma 'Muak, Aku Muak' Langsung Viral Karena Ini

Tindakan pembubaran tersebut, kata dia, sudah melanggar pasal 29 ayat (2) UUD 1945 yang berbunyi 'Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu'.

"Artinya negara menjamin kemerdekaan warga negara untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya serta kepercayaannya," kata dia lagi.

Dia kemudian mendorong Menteri Agama untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut agar tidak semakin meluas di kemudian hari. Menurutnya, tidak ada agama manapun yg mengajarkan kekerasan dan kebencian pada agama lain. "Ini murni ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah daerah harus bertindak tegas untuk menengahi persoalan ini," tegasnya.

Baca Juga: Lirik Lagu Komang 'Sebab Kau Terlalu Indah Dari Sekedar Kata' by Raim Laode yang Sedang Ramai di TikTok

Diketahui, beberapa saat yang lalu Presiden Jokowi juga sempat melontarkan peringatakan kepada Kepala Daerah agar kepala daerah bisa menjamin kebebasan beragama dan beribadah seluruh umat beragama. Jokowi menegaskan kebebasan beragama dijamin konstitusi.

"Kemudian ini mumpung juga ketemu bupati walikota, mengenai kebebasan beribadah dan kebebasan beragama, ini hati-hati, ini yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Konghuchu hati-hati. Ini memiliki hak yang sama dalam beribadah, memiliki hak yang sama dalam hal kebebasan beragama dan beribadah, hati-hati," ujar Jokowi saat membuka Rakornas Kepala Daerah dan FKPD se-Indonesia, Bogor, Selasa (17/1/2023).

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat