unescoworldheritagesites.com

Kolaborasi untuk Kebangkitan Semangat Petani Krisan Cianjur - News

Panen perdana bunga Krisan di desa Nyalindung, Cianjur, Jawa Barat

 

SUARAKARYA.ID: Bunga Krisan yang juga disebut Krisan Hargem (Chrysanthemum), si cantik nan anggun dari Asia Timur, tak hanya dikenal dengan pesonanya yang memikat, tapi juga sarat makna. Di Indonesia, bunga ini lebih akrab disapa bunga Seruni, melambangkan kekaguman, pujian, kebangsawanan, keceriaan, hingga kedukaan.

Krisan hadir dalam beragam warna dan ribuan jenis, hasil perpaduan dengan bunga Krisan dari negara lain. Keindahannya tak hanya dinikmati di taman, tapi juga menghiasi ruangan rumah, hotel, dan menjadi buket istimewa.

Budidaya Krisan banyak dijumpai di dataran tinggi, dikelola oleh kelompok tani maupun individu. Salah satu penghasil terbaiknya adalah Desa Nyalindung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Baca Juga: Pantai Karang Potong Ocean View Cianjur, Pesona Wisata Hits di Jawa Barat

Di sini, Krisan tak hanya menjadi sumber keindahan tapi juga mata pencaharian bagi banyak orang. Sudah dari generasi ke generasi budidaya Krisan Hargem di desa itu.
Namun, duka menyelimuti Nyalindung pada 21 November 2022. Gempa bumi dangkal 5,6 magnitudo melanda, menghancurkan banyak lahan Krisan. Para petani pun terpuruk, merasakan penurunan pendapatan akibat bencana.

Di tengah keterpurukan, secercah harapan hadir melalui program pemberdayaan petani Krisan, hasil dari kolaborasi Sahabat Inisiator, para relawan dan pemerintah setempat. Bantuan ini tak hanya memulihkan semangat para petani, tapi juga membuka jalan baru untuk bangkit dari keterpurukan.

Program ini tak hanya berfokus pada pemulihan fisik lahan Krisan, tapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan usaha bagi para petani.

Baca Juga: Artala Agro Eduwisata: Menelusuri Wisata Baru Di Cianjur Yang Memukau

Mereka diajarkan teknik budidaya yang lebih modern dan efisien, serta strategi pemasaran yang lebih efektif. Berkat program ini, para petani Krisan di Nyalindung mulai bangkit.Lahan mereka kembali hijau, hasil panen membaik, dan pendapatan mereka pun kembali pulih.

Pendamping petani Krisan Hargem, Urwah Azizurahman (26) menuturkan, ada 15 petani penggarap lahan sewa.
"Luas lahannya yang digarap 15 petani binaan Human Initiative (HI) tahap pertama ini baru 400 m2x 400 m2, dikelola secara modern, dibuat greenhouse mesti kerangkanya baru dari bambu, namun sudah lumayan baik," ujar Urwah kepada wartawan.

Metode budidaya menggunakan green house, baik untuk perkembangan pohon, produksi dan melindungi Krisan dari hama. Cuaca ekstrem yang penuh ketidakpastian membuat budidaya bunga ini sering kali tidak mendapatkan hasil yang sesuai harapan. Bahwa modal awal yang diperlukan para petani lumayan besar, tidak bisa dihindari. Akan tetapi, dengan greenhouse hasil yang diraih lebih optimal.
"Umur Krisan dari tanam hingga menghasilkan bunga siap panen, lebih kurang 90 hari," kata Urwah lagi.

Baca Juga: Sinergi Aeon Bersama Baznas Renovasi Gedung SMKN 1 Cianjur yang Hancur Akibat Gempa

Ia berharap intervensi HI kepada petani Krisan tidak berhenti di sini. Masih banyak dari mereka yang ingin mendapatkan bantuan serupa agar hasil budidayanya terus meningkat, sehingga kehidupan keluarganya lebih baik dari waktu ke waktu.

Urwah berharap HI bersama para pecinta Krisan di Indonesia terus membantu kampanye terkait kebaikan dan eksistensi Krisan agar masyarakat luas semakin mengenal dan menggunakannya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat