unescoworldheritagesites.com

Sebelas Warga di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut Belum Ditemukan Pasca Banjir Bandang dan Longsor - News

Bebatuan berukuran besar yang terbawa banjir bandang menimbun permukiman penduduk di Desa Simangalumpe,  Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut. Bencanapada Jumat (1/12) itu  menyebabkan satu warga meninggal dunia dan 11 lainnya masih dinyatakan hilang. (Relawan/ Humas BNPB)

: Kabupaten Humbang Hasundutan di Sumatera Utara dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Satu orang ditemukan tewas dan sebanyak sebelas warga kabupaten ini  dilaporkan hilang akibat bencana tersebut.

Informasi dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hari Minggu (3/12/2023) menyebutkan, memasuki hari kedua pascakejadian banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan, tim gabungan melanjutkan upaya pencarian dan pertolongan terhadap 11 warga yang masih dinyatakan hilang.

Tim gabungan yang berjumlah kurang lebih 280 orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Humbang Hasundutan, TNI, Polri, Basarnas, Dinas Sosial, Tagana dan Destana beserta warga  kembali menyisir lokasi terdampak di Desa Simangalumpe, Kecamatan Baktiraja.

Tim BNPB berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Humbang Hasundutan di lokasi terdampak bencana banjir bandang Desa Simangulampe, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Minggu (3/12). Foto: Humas BNPB
Tim BNPB berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Humbang Hasundutan di lokasi terdampak bencana banjir bandang Desa Simangulampe, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Minggu (3/12). Foto: Humas BNPB

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Humbang Hasundutan, Benthon J Lumbangaol, mengatakan kebutuhan mendesak saat ini untuk upaya pencarian dan pertolongan adalah tambahan  anjing pelacak.

Kondisi lokasi terdampak yang dipenuhi material bebatuan berukuran besar serta lumpur dan puing lainnya menyulitkan tim pencarian dan pertolongan, sehingga perlu didatangkan anjing pelacak untuk membantu tim dalam mendeteksi lokasi keberadaan warga yang masih dinyatakan hilang.

“Kami masih butuh dengan melibatkan anjing pelacak. Mungkin dari Brimob ya. Untuk dapat mendeteksi keberadaan korban yang hilang. Kalau peralatan sudah cukup kami rasa,” jelas Benthon, Minggu (3/12/2023). 

Terkait perkembangan penanganan pengungsi yang berjumlah 200 jiwa dari 50KK, Benthon mengatakan bahwa seluruh kebutuhan dasar, baik permakanan, logistik dan peralatan lainnya sudah terpenuhi. Pengungsian dipusatkan di Aula Kecamatan Baktiraja. Di lokasi itu juga telah didirikan dapur umum oleh Dinas Sosial.

“Kebutuhan permakanan sudah tertangani dengan baik. Kami bekerja sama dengan Dinas Sosial sudah memberikan kebutuhan para pengungsi,” jelas Benthon.

Di sisi lain, Benthon juga menambahkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan juga menjamin keberlangsungan kegiatan belajar mengajar bagi para siswa yang sekolahnya terdampak bencana. Sehingga dipastikan para siswa tersebut tidak akan ketinggalan pelajaran.

“Untuk anak sekolah dijamin keberlanjutannya oleh pemerintah daerah,” kata Benthon

Pada hari ini, Minggu (3/12), tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang terdiri dari Kedeputian Logistik Peralatan, Kedeputian Penanganan Darurat dan Tenaga Ahli BNPB tiba di lapangan untuk memberikan pendampingan penanganan darurat.

Adapun pendampingan sesuai arahan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., tersebut meliputi yang pertama; arahan untuk menetapkan status tanggap darurat bencana, sehingga seluruh stakeholder maupun dunia usaha dapat segera memberikan dukungan sesuai kebutuhan.

Kedua adalah arahan untuk aktivasi posko darurat, sebagai pusat komando seluruh upaya penanganan darurat, mulai dari operasi pencarian dan pertolongan, penyelamatan warga terdampak, penanganan pengungsi, logistik dan peralatan, komunikasi publik, kesehatan dan sebagainya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat