unescoworldheritagesites.com

UNS Gelar Expo Hasil KKN, Sebanyak 1.155 Produk Unggulan Dipamerkan - News

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa meninjau stand hasil KKN mahasiswa UNS

SOLO: Sebanyak 1.155 produk unggulan dipamerkan dalam Universitas Sebelas Maret (UNS) Expo Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Solo Techno Park (STP) selama dua hari, Sabtu-Minggu (20-21 November 2021).

Ribuan jenis produk unggulan tersebut terdiri dari 212 produk digital, 246 produk edukasi, 157 teknologi tepat guna, 178 produk kerajinan, 212 produk olahan makanan, serta 150 produk kreatif lainnya.

"Terdapat 150 stand pada kegiatan ini. Tujuan dari Expo ini adalah sebagai sarana untuk memperkaya pengalaman mahasiswa serta memberikan gambaran umum kegiatan KKN kepada calon peserta KKN periode selanjutnya," jelas Kepala UP KKN UNS, Prof. Sudibya.

Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk memamerkan produk hasil kegiatan KKN secara fisik, menyajikan konsep-konsep pengembangan pedesaan, dan berbagi kegiatan KKN melalui media video.

Dari 150 stand, 133 merupakan stand kelompok mahasiswa, tujuh stand hasil kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), satu stand bidang riset dan inovasi (Risnov UNS), satu stand mitra binaan yang diwakili Batik Girilayu, stand dunia usaha yaitu PT Parametric dan Bank Permata, serta stand pameran fotografi.

Pada periode Juli-Agustus lalu, KKN UNS menerjunkan 3.441 mahasiswa yang ditempatkan di wilayah Solo Raya dan sekitarnya serta di domisili wilayah luar Jawa.

Sedangkan Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memamerkan produk kegiatan KKN yang dapat dikembangkan oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

“Mempertemukan pihak DUDI dengan potensi desa diharapkan program pengembangan desa yang selama ini sudah diinisiasi melalui kegiatan KKN bisa semakin berkembang," kata Ahmad Yunus.

Selain itu kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNS dan kampus sekitarnya yang akan menjalankan program KKN pada periode selanjutnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengatakan peran dan keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan daerah melalui KKN sangat diperlukan.

“Hal ini karena mahasiswa adalah agent of change, diharapkan ilmu yang diperoleh di kampus dapat dimanfaatkan untuk berkontribusi kepada masyarakat. Terutama dalam mengembangkan pemberdayaan masyarakat tanpa meninggalkan kearifan lokal budaya masyarakat,” pungkasnya. ***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat