unescoworldheritagesites.com

BP2MI Lepas 286 PMI, Transparansi Pelayanan Prima Menjadi Prioritas - News

Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyalami calo PMI ke Korsel

 
 
: Badan Pelindungan Pekerja Migran Indoensia (BP2MI) menyatakan, semangat untuk mendorong pelayanan prima dan terbuka, menjadi bagian penting untuk terus dilakukan. 
 
Pelayanan prima dan terbuka tersebut dimotori atau diorkestrasi langsung Kepala BP2MI Benny Rhamdani.
 
Seperti dikatakan Kepala BP2MI, yang disampaikan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan kawasan Asia Afrika A Gatot Hermawan, saat pelepasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) skema G to G Korea Selatan, di hotel Menara Peninsula, Jakarta, Senin (29/5/2023).
 
 
Gatot menyebutkan, perbaikan pelayanan yang dilakukan BP2MI terjadi  sangat signifikan. 
 
‘’Ada perubahan besar terjadi di BP2MI. Di era BP2MI pimpinan Pak Benny Rhamdani transparansi pelayanan menjadi prioritas. Saya mengajak kalian semua melihat ini dalam bentuk wajah Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat ini. Ada dua potret perbandingan PMI, yang satunya PMI yang berangkatnya resmi dan kedua, yang diberangkatkan secara ilegal,’’ terang Gatot. 
 
Dia memberikan uraian wajah buram penempatan ilegal yang marak terjadi, dan mengajak PMI bersama keluarganya, mengajak masyarakat. Agar mengikuti proses yang resmi ketika mau menjadi PMI. BP2MI terdepan memerangi sindikat penempatan ilegal PMI.
 
 
‘’PMI yang berangkatnya tidak resmi risikonya sangat besar. Banyak kejadian mengerikan terjadi karena memakan korban para PMI yang berangkat bekerja ke Luar Negeri karena dibujuk calo. Sekarang antusiasme masyarakat untuk mendaftar, yang berminat bekerja ke Luar Negeri melalui program G to G sangat meningkat tinggi,’’ ungkapnya. 
 
Dikemukakannya, apa yang terjadi merupakan buah dari glorifikasi yang dilakukan BP2MI selama ini. Tidak hanya itu, perbaikan tata kelola penempatan PMI menjadi perhatian serius Kepala BP2MI. Yang lebih menggembirakan lagi, tambah Gatot, pemerintah telah menyediakan fasilitas VVIP untuk PMI.
 
‘’Sekarang PMI yang mengikuti preliminary digratiskan. Biayanya ditanggung negara. Baru pertama terjadi di era Pak Benny. Fasilitas berupa lounge, help desk, dan fast track juga diberikan pemerintah. Sekarang PMI diberikan Credential Letter. Saya berpesan kepada kalian 286 PMI yang dilepas hari ini agar ketika berada di Luar Negeri PMI jangan kaburan. Bekerjalah dengan baik dan profesional,’’ tutur Gatot tegas. ***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat