unescoworldheritagesites.com

Transjakarta Diminta Tingkatkan Pendapatan - News

Rapat kerja DPRD DKI dan Transjakarta, Kamis (11/1/2023).





: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggelar rapat pimpinan terkait peningkatan pendapatan di Ruang Rapat, lantai 10 Gedung DPRD DKI Jakarta.

Terobosan harus dilakukan. Badan bus bisa dimanfaatkan untuk iklan

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mendorong PT Transjakarta melakukan terobosan dalam meningkatkan pendapatan selain dari penjualan tiket (non-farebox). 

Baca Juga: Busway Tabrak Poslantas, Dongkrak Menggelinding Kenai Pedal Gas

Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya mengurangi beban <span;>Public Service Obligation<span;> (PSO) yang setiap tahun diberikan Pemprov DKI Jakarta.

“Terobosan harus dilakukan. Badan bus bisa dimanfaatkan untuk iklan. Pasti banyak warga yang mau untuk investasi di situ,” katanya, Kamis (12/1/2023).

Hal senada disampaikan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail. Ia meminta PT
Transjakarta segera mungkin melakukan terobosan.

Baca Juga: Perum PPD-Transjakarta Teken Kerja Sama Layanan Angkutan Umum Berbasis Baterai

Selain bisa mengurangi beban PSO, jasa transportasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan dividen (pemasukan) yang diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta setiap tahunnya.

“Kami harap ini seiring berjalan dengan peningkatan pendapatan dari non-farebox
Menanggapi hal ini, Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transjakarta, Lies Permana Lestari menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menjalankan tiga program agar bisa mempunyai pendapatan dari non-farebox. Bahkan pihaknya optimistis dapat meraup hingga Rp600 miliar dari program tersebut pada tahun ini.

Baca Juga: Arus Pendek Listrik Penyebab Terbakarnya Bus Transjakarta di Arion

 

Ia mengungkapkan, tiga program yang dijalankan meliputi melakukan branding di halte maupun di bus dengan bentuk statis ataupun digital. Kemudian melakukan penamaan halte (naming rights) seperti yang telah dilakukan PT MRT Jakarta.

Selanjutnya menyewakan papan digital (digital signage) kepada pihak luar untuk beriklan.

“Paling terbesar dari branding bus dan halte, bisa sampai 60 persen dari pendapatan non-farebox kami. Untuk aset yang ada, kami juga punya digital signage 225 titik. Kita akan coba sounding ke klien untuk bisa beriklan,” tuturnya. ***

Baca Juga: Tingkatkan Kenyamanan Pengguna, Ini Cara Ganti Kartu Pelayanan Transjakarta Gratis

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat