unescoworldheritagesites.com

Politeknik Enjiniring Kementan Siapkan Generasi Muda Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Banten - News

Program Kementan (Ist)

: Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), terus melakukan upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM pertanian melalui program-program utamanya.

Upaya juga terus dilakukan dalam regenerasi petani, salah satunya melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Scaling-up Initiative (YESS-SI).

Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) ditunjuk sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Banten pada pelaksaanaan koordinasi program YESS-SI Tahun 2024-2029.

Kegiatan diikuti oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang serta penerima manfaat program YESS bertempat di Auditorium PEPI, Selasa (23/1/2024).

Baca Juga: Gelar Roadshow DCE, Telkomsel Dorong UMKM Naik Kelas lewat Teknologi Digital

Program YESS-SI adalah program kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program ini bertujuan memfasilitasi kreativitas generasi milenial untuk berkarya dan berwirausaha di sektor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman terus mendorong generasi muda untuk berperan aktif dan proaktif demi memajukan pertanian Indonesia.

“Indonesia khususnya sektor pertanian sangat membutuhkan ide-ide baru yang fresh dan kreatif dari anak muda agar produk-produk pertanian semakin bernilai tambah dan berdaya saing di pasar global,” kata Mentan Amran.

Baca Juga: Menko Airlangga: Pelabuhan Internasional Patimban Topang Kawasan Industri, Kuatkan Ketahanan Ekonomi

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, petani milenial mempunyai peran penting dalam melanjutkan pembangunan di sektor pertanian.

“Untuk mencapai produktivitas pertanian yang tinggi, hal utama yang paling utama yaitu tersedianya SDM Pertanian yang unggul, andal, profesional, dan mandiri serta berjiwa enterpreneur tinggi,” sebut Dedi.

Sementa itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti mengatakan potensi pertanian di Provinsi Banten cukup besar karena didukung oleh luas lahan dan sumber daya manusia pertanian yang berlimpah.

Akan tetapi lanjut dia, banyak sekali anak muda di provinsi tersebut justru pada waktu tertentu memilih untuk bekerja di perkotaan.
“Sehingga Program YESS-SI berupaya untuk mengembalikan potensi anak muda untuk tetap di desa dan mengembangkan daerah pedesaannya,” ujar Santi.

Program YESS-SI di Provinsi Banten akan menyasar tiga kabupaten yang memiliki luas lahan dan pontesi pertanian yang besar besar, tetapi tingkat pengangguran, angka kemiskinan, serta inflasinya tinggi. Ketiga kabupaten itu meliputi Kabupaten Serang, Kabupaten Pandenglang, dan Kabupaten Lebak.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat