unescoworldheritagesites.com

DPR: Konten Kreator Peluang Baru dalam Dunia Industri Kreatif - News

Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid.

Profesi konten kreator dianggap sebagai peluang baru bagi dunia industri kreatif. Pasalnya, pertumbuhan industri konten kreatif sejalan dengan berkembangnya sektor ekonomi kreatif di Tanah Air saat ini.

“Nilai pasar industri konten kreator di Indinesia bisa mencapai Rp 4-7 triliun. Nilai ini akan terus meningkat dan mampu mencapai lima kali lipat pada tahun 2027,” kata Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid di Jakarta, Selasa (7/2/2023).

Politisi perempuan Partai Golkar itu mengatakan dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Tren Konten Kreatif di Era Digital.

Baca Juga: Gubernur Edy Rahmayadi Buka Pameran Pers, Metaverse, UMKM dalam Rangka HPN

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dan Dosen UIN Sumut yang juga seorang konten kreator, Yolla Dita Wulandari.

Menurut Meutya Hafid, profesi konten kreator di Indonesia saat ini sangat masif, apalagi Indonesia merupakan negara dengan salah satu pengguna internet terbesar di dunia.

“Konten kreator seperti selebgram, youtuber, beauty vlogger di Indonesia saat ini sangat masif, para pembuat konten ini bisa memberikan hasil pemikirannya yang kreatif dan inovatif untuk mengeksplorasi berbagai produk dan jasa yang beragam,” ujarnya.

Baca Juga: Menko PMK Terima Sekjen ASEAN, Bahas Lima Pilar Sosial Budaya

Sementara itu, Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, perkembangan digital di Indonesia yang semakin pesat dan perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital.

“Peningkatan penggunaan teknologi digital perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni, agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak, dan tepat guna,” kata Semuel.

Menurut data yang dihimpun oleh wearsocial pada Februari 2022, sebanyak 191,4 juta orang atau 68,9 persen aktif bermedia sosial, hal tersebut merupakan potensi bagi masyarakat untuk memanfaatkan digital melalui media sosial.

Baca Juga: Antisipasi Gejolak Ekonomi Global, Kadin Jakarta Pusat Galakkan Roadshow Festival UMKM

Di tempat yang sama, dosen UIN Sumut yang juga seorang konten kreator, Yolla Dita Wulandari memberikan tips dalam mengoptimalkan konten media sosial.

Menurut Yolla, pengoptimalan konten dalam media sosial adalah dengan menentukan strategi sosial media yaitu dengan mengenali platform dan audiens.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat