unescoworldheritagesites.com

Tiga Terduga Teroris Serang Petugas, 1 Petugas Tewas 4 Luka Luka - News

Preskonference Densus 88 Polri terkait perlawanan 3 terduga teroris asal Uzbekistan di Jakarta Utara  (IG)

: Upaya pendeportasian warga negara asing (WNA) asal Uzbekistan yang diduga terlibat kasus teroris, terganggu menyusul ulah tiga tersangkanya. Mèreka mencoba kabur dan menyerang lima petugas Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Jakarta Utara.

Juru bicara Densus 88 Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan saat itu pihaknya menempatkan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI dalam rangka menunggu proses deportasi untuk kembali ke negara asalnya.

Dijelaskan tiga dari empat WNA Uzbekistan merupakan tersangka kasus dugaan terorisme yang ditangkap pada tanggal 24 Maret 2023 karena diduga sebarkan propaganda terkait dengan terorisme.

Baca Juga: Diduga Berafiliasi dengan ISIS, Densus 88 Polri Tangkap Terduga Teroris di Sleman Yogyakarta

Pada tanggal 10 April 2023 sekitar pukul 04.00 WIB, kata dia, tiga dari empat WNA di ruang detensi tersebut melakukan penyerangan dengan menggunakan pisau dapur terhadap petugas imigrasi dan anggota Densus yang bertugas di kantor tersebut.

Penyerangan itu dilakukan oleh tiga warga negara Uzbekistan pada saat dalam upaya melarikan diri atau menyerang, kemudian melarikan diri.

Baca Juga: Kapolri Tinjau Lokasi Bom Bunuh Diri, Pelakunya Napi Teroris Berafiliasi JAD

Total ada lima petugas yang menjadi korban, satu di antaranya meninggal dunia. Kelima korban terdiri atas petugas Imigrasi Jakarta Utara sebanyak tiga orang, yakni Adi Widodo (meninggal dunia), Dicky Visto Damas menderita luka berat, dan Supriatna mengalami luka ringan.

Dua anggota Densus yang turut jadi korban, Bripda Dendry dan Bripda Bahrain, sama-sama mengalami luka berat.

Keempat WNA Uzbekistan itu bernama Bekhzod Anorbek Ugli Baytoev (BAB), Olimjon Mukhtor Ugli Makhmudov (OMM), Murodjon Ibrokhimjon Ugli Rakhimov (MIR), dan Bakhromjon KabilDjanovich Azizov (BKA)

"Tiga orang di antaranya melarikan diri, dan satunya tetap atau tidak mau lari (inisial BKA)," kata Aswin yang didampingi Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Akhmad Ramadhan dan perwakilan dari Ditjen Imigrasi.

Ketiga WNA tersebut keluar dari ruang detensi dengan membobol atap plafon kantor imigrasi, kemudian melakukan penyerangan kepada petugas yang sedang makan sahur, bahkan beberapa di antara petugas sedang mempersiapkan salat Subuh.

"Pelaku melumpuhkan atau menyerang anggota menggunakan pisau dapur yang didapat di pantry," kata Aswin.

Kurang dari 24 jam, petugas Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap pelaku penyerangan yang melarikan diri pada pukul 10.50 WIB. Tersangka OMM yang pertama kali ditangkap di ruko dekat kompleks Bukit Gading Indah.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat