unescoworldheritagesites.com

Berbekal Wawasan Regulasi Deforestasi Uni Eropa, Preferred by Nature Dukung Pelaku Industri Indonesia - News

Seminar tentang EUDR di Jakarta,  Kamis (13/7/2023).   Seminar tersebut membahas mengenai EUDR secara umum, memberikan wawasan penting kepada para peserta dan menyoroti strategi yang efektif bagi pelaku industri.




Preferred by Nature, sebuah organisasi nirlaba internasional yang mendukung pengelolaan lahan dan praktik bisnis yang baik, menyelenggarakan seminar tentang EUDR di Jakarta, , Kamis (13/7/2023).

Seminar tersebut membahas mengenai EUDR secara umum, memberikan wawasan penting kepada para peserta dan menyoroti strategi yang efektif bagi pelaku industri.

Direktur Market and Development Preferred by Nature, Sandra Razanamandranto, menyampaikan presentasi dan analisisnya yang mendalam tentang persyaratan inti dari EUDR.

Baca Juga: FORWAMA Bakal Gelar Seminar Kerugian Perekonomian Negara Terkait Tindak Pidana Korupsi dan TPPU

"Persyaratan ini hadir untuk membatasi konsumsi produk dari rantai pasok yang terhubung dengan deforestasi atau degradasi hutan dan meningkatkan permintaan dan perdagangan dari Uni Eropa untuk komoditas dan produk bebas deforestasi," ujar Sandra dalam keterangannya kepada di Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Adapun seminar yang diadakan Preferred by Nature ini mempertemukan pelaku utama industri, pembuat kebijakan, dan pakar keberlanjutan, seperti perwakilan dari APRIL Asia, PT Musim Mas, IKEA, Unilever, the Forest Stewardship CouncilTM (FSCTM), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), World Resources Institute, European Forest Institute, Asia Investor Group on Climate Change (AIGCC), dan Kedutaan Besar Denmark.

Seminar tersebut, menghadirkan wadah yang dinamis untuk diskusi dan berbagi pengetahuan mengenai EUDR.

Baca Juga: Seminar Amankan Diri dan Sesama di Ruang Digital: Waspadai Banyak yang Manfaatkan Internet Tujuan Kriminal

 Para peserta mendapatkan wawasan berharga tentang implikasi EUDR di berbagai sektor, termasuk pertanian, kehutanan, dan rantai pasok.

Sandra melanjutkan, EUDR menetapkan persyaratan uji tuntas wajib bagi operator-organisasi/perusahaan yang menempatkan komoditas atau produk tertentu di pasar Uni Eropa atau mengekspornya dari Uni Eropa.

Peraturan itu, kata dia, melarang produk yang berkaitan dengan praktik deforestasi dan degradasi hutan, atau yang belum diproduksi sesuai dengan undang-undang yang relevan di negara produksi.

Baca Juga: Memperingati Hari Hak Konsumen 2023 LPKSM Saluyu Gelar Seminar Konsumen Cerdas, Mandiri dan Berani Bicara

"EUDR ini berlaku untuk komoditas berikut, yakni kedelai, cattle, minyak sawit, kayu, coklat, kopi, karet, dan produk turunannya," ucapnya.

Dalam seminar tampak bahwa pemangku kepentingan di Indonesia telah memiliki pemahaman awal tentang EUDR. Beberapa pertanyaan yang diajukan pun berkisar pada topik-topik mengenai definisi spesifik dalam EUDR, yakni seperti istilah dari 'area plot', 'hak pihak ketiga' dan 'Operator' dalam ruang lingkup EUDR.

Disisi lain, diskusi seminar menekankan pentingnya alat yang praktis dalam mematuhi EUDR. Peserta pun mengeksplorasi strategi seperti merevisi sistem uji tuntas, melakukan pemetaan kebutuhan, kekuatan, dan kelemahan dalam rantai pasoknya, serta memanfaatkan alat penilaian risiko seperti Sourcing Hub yang dimiliki Preferred by Nature.

Baca Juga: Nature Valley International: Pliskova Juara Setelah Taklukan Kerber Straight Set

Untuk memperkuat komitmen membantu aktor di hulu hingga hilir rantai pasok dalam memenuhi persyaratan EUDR, Preferred by Nature memperkenalkan Program Sustainability Framework yang dapat disesuaikan dengan setiap komoditas, memungkinkan penerapan yang relevan dan terfokus.

Program Sustainability Framework ini dikembangkan dengan mengadopsi pendekatan berbasis risiko, memprioritaskan evaluasi terhadap isu-isu keberlanjutan yang spesifik untuk komoditas dan wilayah, sembari mempertimbangkan skala dari kegiatan bisnis itu sendiri. Program Sustainability Framework menarik inspirasi dari skema keberlanjutan yang telah ada dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs).

Yang juga menjadi penting, Program Sustainability Framework ini telah dikembangkan untuk sepenuhnya selaras dengan persyaratan EUDR. Seminar ini ditujukan untuk memahami tantangan perusahaan dalam mematuhi EUDR, sembari menekankan bahwa mencapai rantai pasok yang berkelanjutan dapat dilakukan melalui kombinasi elemen seperti penilaian risiko, sistem uji tuntas, pelacakan, geolokasi serta sertifikasi keberlanjutan.

Baca Juga: Everything Putri Ariani, Kolaborasi Rudy Salim dan Putri Ariani, Pengembangan Bisnis Digital dan Non Digital


"Kami saat ini ada pada tahap pemahaman. Saya pun kini mendapatkan gambaran yang lebih baik (mengenai EUDR) dari acara yang diselenggarakan hari ini," ujar Manajer Sustainability Operations dari APRIL Asia Craig Tribolet.

Senior Manager divisi Tailored Services Preferred by Nature Lita Natasastra, menyampaikan, pihaknya bangga telah menyediakan wadah bagi para peserta.

"Sehingga peserta dapat memperoleh wawasan berharga sembari mengeksplorasi pendekatan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan yang timbul dari hadirnya EUDR," tutur dia.

Adapun seminar tersebut menunjukkan komitmen Preferred by Nature untuk mendorong praktik berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran akan peraturan lingkungan di seluruh dunia.

 Dengan mengumpulkan pemangku kepentingan utama dan berbagi pengetahuan dari para ahli, seminar ini memainkan peran penting dalam memberdayakan para pelaku utama industri untuk menghadapi kompleksitas Peraturan dan memastikan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab di Indonesia dan di seluruh dunia.

Hingga saat ini, Preferred by Nature telah menyelenggarakan lebih dari 20 seminar dan webinar tentang topik EUDR ini di seluruh dunia. Sebagai bagian dari upaya mengenalkan EUDR di Indonesia, Preferred by Nature juga berkolaborasi dengan Asmindo (Asosiasi Furnitur dan Kerajinan Indonesia) untuk menyelenggarakan seminar serupa di Semarang pada 11 Juli 2023.

Rangkaian seminar terakhir akan berlangsung besok (13 Juli 2023) di Lampung, diselenggarakan bersama Hanns R. Neumann Stiftung (HRNS), sebuah organisasi internasional yang berkantor pusat di Hamburg, Jerman. ***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat